Minggu, 31 Januari 2010

Manajemen Operasi (Kelompok2) Arya Ce eS

TANTANGAN UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS

PENDAHULUAN
Dalam era kompetisi yang kian ketat saat ini, setiap organisasi bisnis dituntut untuk meningkatkan kinerjanya agar dapat memenangkan persaingan. Hal itu dapat dilakukan dengan cara mengurangi pengeluaran, melakukan inovasi proses dan produk, serta meningkatkan kualitas dan produktivitas. Keberhasilan perusahaan tidak sepenuhnya bergantung pada manajer dan manajemen perusahaan, tetapi juga pada tingkat keterlibatan karyawan terhadap aktivitas dan pencapaian tujuan perusahaan. Sumber daya manusia yang potensial dan berkualitas merupakan modal dasar organisasi yang akan mampu mengantarkan organisasi dalam mencapai tujuannya dengan sukses (Bain,1982)
Upaya menjaga kelangsungan hidup suatu perusahaan di samping dilakukan melalui strategi dan berbagai kebijaksanaan perusahaan dalam manajemen dan operasional perusahaan, faktor sumber daya manusia juga merupakan hal yang paling menentukan dalam meningkatkan efisiensi. Oleh karena itu, pegawai sebagai faktor modal bagi perusahaan, juga perlu dikembangkan seiring dengan usaha meningkatkan produktivitas dan efisiensi perusahaan harus mampu menemukan dan menerapkan kiat-kiat dan strategi baru yang mantap dalam menjalankan usahanya guna mempertahankan eksistensi dan keberadaannya agar tidak tenggelam dalam persaingan yang semakin ketat., dengan terus menerus melakukan penelitian (Walpole,1997)
Perusahaan dalam mencapai tujuannya tidak hanya ditentukan oleh bentuk susunan atau struktur perusahaan yang lengkap, melainkan juga dipengaruhi oleh faktor penempatan individu dalam posisi yang tepat sesuai dengan kemampuan dan keahlian yang dimilikinya (the right man on the right place), yang mana di antara semua individu tersebut merupakan suatu bentuk mitra kerja yang dapat menentukan berhasil atau tidaknya suatu aktivitas dalam perusahaan tersebut.
Dalam setiap organisasi, baik yang profit oriented maupun tidak, manusia sebagai faktor modal merupakan sumber daya yang sangat berperan dalam mencapai tujuan organisasi yang efisien dan efektif. Efisien dan efektifnya suatu organisasi sangat tergantung pada baik buruknya pengembangan sumber daya manusia dalam organisasi tersebut, mengingat sumber daya manusia merupakan salah satu faktor yang vital dalam organisasi. Maka dari itu sumber daya manusia perlu mendapat perhatian agar dapat dimanfaatkan secara optimal. Usaha untuk mencapai tujuan perusahaan dapat diwujudkan melalui peningkatan produktivitas kerja.
Produktivitas yang tinggi akan menciptakan efisiensi dalam kegiatan operasional perusahaan, yang mana tingkat produktivitas itu sendiri sangat dipengaruhi oleh kinerja pegawai perusahaan tersebut (Riggs,1982), namun kenyataan menunjukkan bahwa sumber daya manusia sebagai faktor produksi, yang merupakan modal atau input, masih perlu ditingkatkan lebih baik lagi, sehingga mampu mengantisipasi segala tantangan dan kendala dalam persaingan, yang mana upaya peningkatan dan pengembangan kemampuan sumber daya manusia tersebut dapat dilakukan melalui pembinaan, pengarahan dan pelatihan yang dilakukan secara berkesinambungan.


ISI
Proses pembuatan barang dan jasa memerlukan transformasi sumber daya menjadi barang dan jasa. Semakin efisien kita melakukan perubahan ini, kita menjadi semakin produktif dan nilai yang ditambahkan pada barang dan jasa yang dihasilkan menjadi lebih tinggi. Produktivitas (productivity) adalah perbandingan antara output (barang dan jasa) dibagi dengan input (sumber daya, seperti tenaga kerja dan modal) (lihat Gambar 1.7). Tugas manajer operasi meningkatkan perbandingan antara output dan input ini. Meningkatkan produktivitas berarti meningkatkan efisiensi.
Peningkatan produktivitas dapat dicapai dengan dua cara: pengurangan input saat output konstan, atau sebaliknya, peningkatan output di saat input konstan. Keduanya mencerminkan peningkatan produktivitas. Dari segi ekonomi, input adalah tenaga kerja, modal, dan manajemen, yang diintegrasikan dalam suatu sistem produksi. Manajemen menciptakan sistem produksi yang menghasilkan proses transformasi dan input menjadi output. Output adalah barang dan jasa, termasuk beragam jenis barang seperti senjata, mentega, sistem pendidikan, sistem peradilan yang lebih balk, dan arena bermain ski. Produksi adalah proses pembuatan barang dan jasa. Produksi yang tinggi bisa mencerminkan bahwa lebih banyak orang yang bekerja dan tingkat ketenagakerjaan tinggi (tingkat pengangguran rendah), tetapi belum tentu mencerminkan tingginya produktiuitas.
Sebuah rangkaian umpan balik yang efektif dapat mengevaluasi kinerja proses apakah sesuai dengan rencana atau standar. Rangkaian umpan balik ini juga mengevaluasi kepuasan pelanggan dan mengirimkan tanda bagi mereka yang mengendalikan input dan proses.
Pengukuran produktivitas adalah satu cara yang balk untuk mengevaluasi kemampuan sebuah negara untuk dapat memperbaiki standar hidup rakyatnya. Hanya dengan peningkatan produktivitas, standar hidup dapat diperbaiki. Lebih jauh, hanya dengan peningkatan produktivitas inilah, tenaga kerja, pemodal, dan manajemen bisa menerima penghasilan yang lebih besar. Jika tenaga kerja, modal, dan manajemen meningkat tanpa disertai dengan meningkatnva produktivitas, maka harga akan menjadi mahaL Di lain pihak, harga dipaksa turun saat produktivitas meningkat, karena lebih banyak produk dibuat, dengan sumber daya yang sama.
Keuntungan dari meningkatnya Produktivitas digambarkan dalam kotak "Penerapan MO", dengan judul "Meningkatkan Produktivitas pada Pool Kendaraan L.A.".
Selama lebih dari 100 tahun (mulai dari 1869 hingga 1973), Amerika dapat meningkatkan produktivitasnya dengan rata-rata 2,5°/o per tahun. Peningkatan ini menyebabkan Amerika bertambah kaya dua kali lipat dalam 30 tahun. Tetapi, dari 1973 hingga pertengahan 1990-an, Amerika Serikat tidak dapat mempertahankan peningkatan tersebut sehingga produktivitas menurun sekitar 1% per tahun. Hal ini merupakan bencana dan menjadi pemikiran nasional karena berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi. Bagaimanapun produktivitas Amerika saat ini membaik. Pada sektor manufaktur, walaupun porsinya pada ekonomi Amerika secara keseluruhan menurun, produktivitasnya meningkat melebihi 4% per tahun, dan pada sektor jasa, peningkatan terjadi sekitar 1%. Kombinasi ini mengakibatkan pertumbuhan produktivitas tahunan Amerika saat memasuki abad ke 21, kembali ke 2,5% secara keseluruhan.

Pengukuran Produktivitas
Pengukuran produktivitas dapat dilakukan secara sederhana. Contohnya adalah saat produktivitas bisa dihitung sebagai jam kerja per ton dari suatu jenis baja tertentu, atau sejalan dengan energi yang dibutuhkan untuk menghasilkan satu kilowatt listrik. Contohnya dapat diringkas dalam persamaan berikut:

Sebagai contoh, jika output yang dihasilkan = 1.000 dan jam kerja yang digunakan adalah 250, maka:



Penggunaan hanya satu sumber daya sebagai input untuk mengukur produktivitas sebagaimana di atas, dikenal sebagai produktivitas faktor tunggal (single factor productivity). Bagaimanapun, terdapat produktivitas multifaktor (multifactorproductivity), yang memasukkan semua input (tenaga kerja, material, energi, modal), yang juga dikenal sebagai produktivitas faktor total. Produktivitas multifaktor dihitung dengan mengkombinasikan input, sebagaimana berikut:



Produktivitas faktor tunggal menggambarkan perbandingan satu sumber daya (input) terhadap barang dan jasa yang dihasilkan (output). Produktivitas multifaktor menggambarkan perbandingan banyak atau seluruh sumber daya (input) terhadap barang dan jasa yang dihasilkan (output).

PENERAPAN MO

Peningkatan Produktivitas pada Pool Kendaraan di L.A.
Gubernur Los Angeles yang baru saja terpilih menghadapi banyak masalah. Salah satunya adalah banyaknya kendaraan sejumlah 21.000 buah yang menghabiskan dana dan sulitnya mendapatkan kendaraan. Dalam satu hari, terdapat 30% dari 900 truk sampah dan 11 % mobil polisi berada di bengkel. Termasuk dalam permasalahan adalah terlalu banyaknya kendaraan pada beberapa departemen, perusakan dan penyalahgunaan kendaraan, perbaikan yang salah, dan kendaraan yang tidak pernah dirawat. Pool kendaraan L.A. dan biaya perawatan sebesar $120 juta per tahun, membutuhkan peningkatan produktivitas.
Sang gubernur menerapkan tujuh inovasi manajemen operasi sederhana:
1) Para supir diubah menjadi anggota tim yang menolong anggota lain agar dapat memenuhi rutenya.
2) Truk ditempatkan pada tempat parkir yang spesifik, sehingga dapat ditemukan¬ dengan mudah setiap pagi.
3) Tekanan udara ban pada setiap truk diperiksa setiap malam untuk menghindari adanya ban kempes selama jam kerja.
4) Semua truk dikosongkan setiap malam untuk menghindari bahaya seperti adanya sisa puntung rokok yang dapat memicu kebakaran.
5) Standar penjemputan pelanggan diterap¬kan (hal ini saja menghemat $12 juta per tahun).
6) Departemen umum memasang sistem manajemem terkomputerisasi (untuk mencek penggunaan kendaraan dan meminta anggaran pada departemen).
7) Mekanik dipindahkan pada shift malam, jadi kendaraan tidak berada di bengkel selama jam kerja.
Sebagai hasil dari perubahan manajemen ini, departemen dapat menghemat 500 kendaraan; per¬sediaan komponen turun 20% yang berarti peng¬hematan $5,4 juta per tahun; dan truk sampah yang rusak berkurang dari 30% menjadi 18%.
Untuk membantu menghitung produktivitas multifaktor, input bisa dinotasikan dalam dolar atau rupiah dan dijumlahkan seperti pada Contoh.
Perhitungan produktivitas membantu manajer menilai seberapa baik mereka bekerja. Ukuran produktivitas multifaktor menyajikan informasi yang lebih baik dalam pertukaran antar faktor, tetapi terdapat beberapa masalah dalam perhitungan. Beberapa masalah ini adalah:
1. Kualitas dapat berubah walaupun kuantitas input dan output tetap. Bandingkan radio yang ada sekarang dengan yang ada di tahun 1940. Keduanya sama-sama radio, tetapi hanya sedikit orang yang menyangkal bahwa kualitasnya telah membaik. Satuan perhitungan-yakni radio-tetap sama, namun kualitasnya berbeda.
2. Unsur luar dapat menyebabkan peningkatan atau penurunan produktivitas pada sistem walaupun dengan cara tidak langsung. Jasa penyedia listrik yang andal dapat meningkatkan produksi, yang karenanya meningkatkan produktivitas perusahaan karena sistem pendukungnya, bukan karena keputusan manajerial yang dibuat perusahaan.
3. Kurang atau bahkan tidak ada satuan pengukuran yang. akurat. Tidak semua mobil membutuhkan input yang sama. Beberapa mobil berukuran kecil, sementara yang lainnya seperti Porsche jenis 911 Turbo.




Contoh:
Perusahaan Collins Title mempunya 4 karyawan, yang masing-masing bekerja 8 jam per hari (dengan upah $640 per hari) dan biaya overhead $400 per hari. Collins memproses dan menyelesaikan 8 judul setiap hari. Baru-baru ini perusahaan membeli sistem pencarian judul terkomputerisasi yang meningkatkan hasil hingga 14 judul per hari. Walaupun karyawan, jam kerja mereka dan upah tetap sama, biaya overhead sekarang $800 per hari.










Produktivitas telah meningkat dari 0,25 menjadi 0,4375. Perubahannya adalah 0,4375/0,25 = 1,75 atau sebesar 75% kenaikan pada produktivitas tenaga kerja. Produktiviras multifakror telah meningkat dari 0,0077 menjadi 0,0097. Perubahan ini adalah sebesar 0,009-/0,0077 = 1,259 atau sebesar 25,9% kenaikan pada produktivitas multifaktor.

Perhitungan produktivitas sulit dilakukan di sektor jasa, di mana produk akhir sulit untuk didefinisikan. Sebagal contoh, kualitas potongan rambut Anda, hasil akhir suatu kasus persidangan, atau jasa pada toko eceran, semuanya diabaikan dalam data ekonomi. Pada beberapa kasus, penyesuaian dilakukan pada kualitas produk yang dijual, bukan pada kualitas kinerja penjualan atau pilihan produk yang lebih banyak. Perhitungan produktivitas mempunyai input dan output yang spesifik, sementara ekonomi bebas memproduksi apa yang diinginkan orang. Orang mungkin menginginkan produk yang didesain khusus, yang juga memiliki kenyamanan, kecepatan, dan keamanan. Perhitungan tradisional dari input dan output mungkin merupakan perhitungan yang tidak tepat bagi faktor-faktor inii. Perhatikan bahwa masalah pengukuran kualiras pada sebuah kantor hukum, di mana setiap kasus berbeda, mengubah keakuratan pengukuran sebagai "kasus per jam kerja" atau "kasus per karyawan".

Variabel Produktivitas
peningkatan produktivitas bergantung pada tiga variabel produktivitas (productivity variable):
1. Tenaga kerja, berkontribusi sekitar 10% dari peningkatan tahunan.
2. Modal, berkontribusi sekitar 38% dari peningkatan tahunan.
3. Manajernen, berkontribusi sekitar 52% dari peningkatan tahunan.

Tiga faktor ini sangat penting dalam memperbaiki produktivitas. Mereka mewakili cakupan yang lebih luas di mana manajer bisa mengambil tindakan untuk memperbaiki produktivitas.

1. Tenaga kerja
Peningkatan kontribusi tenaga kerja pada produktivitas disebabkan tenaga kerja yang lebih sehat, lebih berpendidikan, dan bergizi baik. Peningkatan ini dapat juga dikaitkan pada pendeknya hari kerja. Sejarahnya, sekitar 10% peningkatan produktivitas tahunan dikaitkan dengan adanva peningkatan kualitas tenaga kerja. Tiga variabel pokok yang dapat meningkatkan produktivitas tenaga kerja adalah:
1. Pendidikan dasar yang sesuai bagi tenaga kerja yang efektif.
2. Pengetatan angka tenaga kerja.
3. Biaya sosial yang membuat tenaga kerja tersedia, seperti transportasi dan sanitasi.

Di negara berkembang, tantangan keempat bagi manajemen adalah mempertahankan dan meningkatkan keterampzlan tenaga kerja di tengah perubahan teknologi dan ilmu pengetahuan yang sangar cepat. Dari data yang ada, digambarkan bahwa rata-rata remaja Amerika yang berumur 17 tahun, mengerti matematika jauh lebih sedikit dibandingkan rata-rata remaja Jepang yang berumur sama, dan sekitar setengah dari remaja Amerika ridak dapat menjawab pertanyaan pada Gambar 1.8. Lebih dari 38% pelamar pekerjaan di Amerika saat dites, mempunyai kemampuan dasar membaca, menulis, dan matematika yang sangat kurang.

Mengatasi rendahnya kualitas tenaga kerja, pada saat negara lain mempunyai tenaga kerja yang lebih baik merupakan tantangan yang berat. Mungkin perbaikan tidak hanya dilakukan melalui Peningkatan kemampuan tenaga kerja, tetapi juga melalui unsur kelima, tenaga kerja dengan komitmen yang lebih kuat. Pelatihan, motivasi, pembentukan tim, dan strategi sumber dava manusia, juga perbaikan pendidikan, dan teknik lain yang dapat meningkatkan produktivitas pekerja, sama seperti pendidikan yang lebih balk boleh jadi merupakan salah satu cara meningkatkan produktivitas tenaga kerja. Peningkatan produktivitas sangat mungkin terjadi, walaupun hal tersebut sulit dan mahal.


2. Modal
Manusia merupakan makhluk hidup yang mempergunakan alat. Investasi modal merupakan salah satu alat tersebut. Investasi di Amerika meningkat setiap tahun kecuali selam beberapa tahun dalam kondisi resesi yang parah. Investasi modal tahunan di Amerika meningkat pada tingkat pertumbuhan 1,5% setelah penyisihan depresiasi.
Inflasi dan pajak meningkatkan modal, membuat investasi menjadi mahal. Saat modal yang diinvestasikan per pekerja menurun, produktivitas juga menurun. Menggunakan lebih banyak tenaga kerja dari pada modal dapat mengurangi tingkat.pengangguran jangka pendek, namun membuat ekonomi menjadi tidak produktif dan mendorong upah minimum pekerja menjadi lebih rendah pada jangka panjang. Investasi modal sering merupakan kebutuhan, tetapi lebih sering tidak cukup untuk meningkatkan produktivitas.
Pertukaran antara modal dan tenaga kerja selalu berubah. Semakin tinggi tingkat suku bunga semakin banyak proyek yang membutuhkan modal besar "tersingkir" karena tingkat pengembalian investasi semakin kecil. Manajer menyesuaikan rencana investasi dengan perubahan modal.

3. Manajemen
Manajemen merupakan faktor produksi dan sumber daya ekonomi. Manajemen bertanggung jawab untuk memastikan tenaga kerja dan modal digunakan secara efektif untuk meningkatkan produktivitas. Manajemen bertanggung jawab pada lebih dari separuh peningkatan produktivitas tahunan. Termasuk di dalamnya, peningkatan yang didapatkan melalui penerapan teknologi dan penggunaan ilmu pengetahuan.
Penerapan teknologi dan ilmu pengetahuan memerlukan pelatihan dan pendidikan. Pendidikan akan selalu menjadi hal yang penting, yang menghabiskan biaya besar pada masyarakat maju Masyarakat pasca industri adalah masyarakat berbasis teknologi yang membutuhkan pelatihan pendidikan, dan pengetahuan. Karena itu juga, mereka disebut sebagai masyarakat yang terdidik. Masyarakat terdidik (knowledge society) adalah masyarakat dengan tenaga kerja yang telah berpindah, dari pekerjaan kasar ke pekerjaan yang berbasis teknologi dan informasi, yang tentunya memerlukan pendidikan dan pengetahuan. Manajer operasi yang efektif, membangun tenaga kerja dan organisasi yang membutuhkan pendidikan dan pengetahuan. Mereka memastikan bahwa teknologi, pendidikan dan pengetahuan digunakan secara efektif
Penggunaan modal yang lebih efektif, sebagai lawan dari investasi modal tambahan, juga penting. Manajer, sebagai orang yang mempercepat proses produktivitas, bertanggung jawab dalam mengadakan perbaikan pada produktivitas modal dengan kendala yang ada. Produktivitas pada masyarakat terdidik membutuhkan manajer yang terbiasa dengan teknologi dan ilmu manajemen.
Tantangan produktivitas sangat berat. Sebuah Negara tidak akan bisa menjadi pesaing kelas dunia dengan input kelas dua seperti tenaga kerja yang kurang terdidik, modal yang tidak cukup dan teknologi yang usang. Produktivitas yang tinggi dan kualitas output yang tinggi, membutuhkan input yang juga berkualitas tinggi.

Produktivitas dan Sektor Jasa
Sektor jasa mempunyai tantangan khusus dalam proses pengukuran produktivitas secara akurat dalam peningkatan produktivitas. Kerangka analisis tradisional dari teori ekonomi hanya berlandaskan pada aktivitas penghasil barang. Karenanya, banyak data ekonomi yang dipublikasikan berkaitan dengan produksi barang. Bagaimanapun hasil penelitian menunjukkan meskipun ekonomi jasa sementara ini meningkat, kita mempunyai pertumbuhan produktivitas yang lebih lambat.
Produktivitas di sektor jasa terbukti sulit untuk ditingkatkan karena pekerjaan di sektor jasa:
1. Biasanya membutuhkan tenaga kerja secara banyak (contoh: konseling, mengajar).
2. Biasanya diproses secara individu (contoh: konseling investasi).
3. Sering merupakan tugas intelektual yang dilakukan oleh seorang profesional (contoh : diagnosa kesehatan).
4. Sering sulit untuk dimekanisasi dan diotomatisasi (contoh: potong rambut).
5. Kualitasnya sulit untuk dievaluasi (contoh : kinerja perusahaan konsultan hukum).

Semakin intelektual dan pribadi suatu pekerjaan, maka semakin sulit pula mencapai peningkatan produktivitas. Peningkatan produktivitas yang rendah dalam sektor jasa dikaitkan dengan peningkatan aktivitas yang rendah produktivitasnya dalam sektor jasa. Termasuk di dalamnya aktivitas yang sebelumnya bukan merupakan bagian dari bisnis, seperti tempat penitipan anak, penyiapan makanan, pembersihan rumah, dan jasa binatu. Kegiatan ini telah dipindahkan keluar dari rumah dan masuk ke dalam ekonomi sejalan dengan semakin bertambahnya wanita yang terjun di dunia kerja. Aktivitas ini berdampak pada produktivitas rendah yang terukur pada sektor jasa, walaupun sesungguhnya produktivitas meningkat, karena aktivitas ini sekarang lebih efisien dari sebelumnya.
Bagaimanapun, terlepas dari kesulitan meningkatkan produktivitas di sektor jasa, sejumlah perbaikan telah dilakukan. Sebuah artikel baru-baru ini di Harvard Business Review menekankan konsep bahwa manajer dapat memperbaiki produktivitas di sektor jasa. Si penulis menyatakan bahwa "alasan utama mengapa tingkat pertumbuhan produktivitas terhenti di sektor jasa adalah manajemen". Dan mereka terkejut akan apa yang terjadi saat manajemen memberikan perhatian pada cara kerja yang seharusnya.
Walaupun bukti-bukti menunjukkan bahwa semua negara industri mempunyai masalah yang sama dengan produktivitas di sektor jasa, Amerika Serikat tetap menjadi pemimpin dunia dari segi produktivitas dan produkrivitas bidang jasa. Pada bidang eceran, produktivitas Amerika Serikat lebih baik dua kali lipat dibandingkan produktivitas Jepang, di mana hukum melindungi pemilik.

PENERAPAN MO

Taco Bell Menggunakan Produktivitas untuk Mengurangi Biaya
Taco Bell yang didirikan pada tahun 1962 oleh Glenn Bell, berusaha mendapatkan keunggulan kompetitif melalui biaya yang murah. Sebagaimana banyak perusahaan jasa lainnya, Taco Bell semakin bergantung pada fungsi operasinya untuk meningkatkan produktivitas dan mengurangi biaya.
Pertama, Taco Bell memperbaiki menu dan merancang makanan yang mudah disiapkan. Selanjutnya mengalihkan sebagian porsi persiapan makanan kepada pemasok yang bisa memproses makanan secara lebih efisien daripada restoran yang menyiapkan segala sesuatunya sendiri. Daging cincang dimasak terlebih dahulu sebelum datang, dan kemudian dipanaskan ulang, juga piring dimasukkan dalam kantung plastik dan direbus sebagai cara pembasmian kuman yang mudah. Begitu juga, tortilla datang sudah dalam keadaan digoreng, dan bawang bombay dalam keadaan dicincang. Tata letak yang efisien dan proses otomasi mengurangi waktu yang diperlukan untuk menyiapkan taco dan burrito sebanyak 8 detik. Kemajuan ini dikombinasikan dengan pelatihan dan pemberdayaan untuk meningkatkan efisiensi dari satu pengawas untuk lima restoran menjadi satu pengawas untuk tiga puluh atau lebih restoran.
Manajer operasi di Taco Bell berpendapat bahwa mereka telah mengurangi pekerja di toko sebanyak 15 jam per hari dan mengurangi ruang yang diperlukan hingga 50%. Hasilnya adalah sebuah toko yang bisa melayani dua kali lipat jumlah sebelumnya dengan sumber daya yang hanya separuhnya. Manajemen operasi yang efektif menyebabhan produktivitas meningkat, yang mendukung strategi biaya rendah pada Taco Bell. Taco Bell sekarang merupakan pemimpin makanan cepat saji biaya rendah yang memiliki 73% saham di pasar makan cepat saji di Mexico.
Toko dari supermarket diskon (discount chains). Industri telepon Amerika setidaknya dua kali lipat lebih produktif daripada Jerman. Sistim perbankan Amerika Serikat juga 33% lebih efisien dari sistem perbankan Jerman yang menerapkan sistem oligopoli. Walaupun demikian, karena produktivitas merupakan inti pekerjaan seorang manajer operasi, dan karena sektor jasa terlalu luas, kami mengkhususkan bagaimana meningkatkan produktivitas di sektor jasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar