Pengertian Desain
Desain adalah salah satu pertimbangan oleh konsumen yang meliputi bentuk, model dan warna, desain yang semakin menarik akan semakin membuat konsumen tertarik pada produk tersebut. Variabel ini diukur dengan menggunakan warna, striping, bentuk atau model
Pemilihan Produk dan jasa
Pemilihan produk adalah proses pemilihan produk dan jasa untuk dapat disajikan pada pelanggan atau klien.
SIKLUS HIDUP PRODUK
Produk dilahirkan, mereka hidup dan mati.Mereka disingkirkan oleh masyarakat yang terus berubah. Kehidupan produk terbagi atas empat fase, fase tersebut adalah perkenalan, pertumbuhan, kematangan, dan penurunan.
SIKLUS HIDUP DAN STRATEGI
Sebagai mana seorang menejer operasi harus siap untuk mengembangkan produk baru, mereka juga harus siap untuk mengembangkan strategi untuk produk baru dan produk yang sudah ada
Fase Perkenalan
Fase Pertumbuhan
Fase Kematangan
Fase Penurunan
Analisis Produk Berdasarkan Nilai
Manajer operasi yang memilih produk yang terlihat paling menjanjikan. Ini merupakan prinsip Pareto (yakin, focus pada masalah yang sedikit tapi penting, dan bukan pada permasalahan yang banyak tetapi sepele) yang ditetapkan pada bauran produk: sumberdaya di investasikan pada permasalahan yang sedikit tetapi penting, bukan pada permasalahan yang banyak tetapi sepele.
Analisa produk berdasarkan nilai (product-by-value analysis) mengurutkan produk secara menurun berdasarkan kontribusi dolar individu masing-masing produk bagi perusahaan. Analisis ini juga mengurutkan kontribusi dolar tahunan total darisuatu produk
Penutup
Berdasarkan uji coba yang telah dilakukan, dapat diambil kesimpulan, yaitu:
1.Implementasi sistem informasi produksi harus terintegrasi dengan usaha desain ulang proses bisnis (business process reengineering) serta memposisikan sebagai suatu bisnis strategik.
2.Perlu diperhatikannya aspek-aspek yang berkaitan dengan sumber daya manusia melalui manajemen perubahan.
3.Proses implementasi sistem informasi produksi tidak hanya berhenti sampai selesainya instalasi perangkat lunak, tetapi harus dilanjutkan dengan optimasi proses secara terus-menerus agar mencapai tujuan perusahaan.
Minggu, 31 Januari 2010
Manajemen Operasi (Kelompok4) Jodhi Ce eS
Peluang Produk Baru
Satu teknik untuk menghasilkan produk baru adalah brainstorming. Brainstorming adalah suatu teknik di mana kelompok orang yang berbeda saling berbagi ide pada topik tertentu tanpa mengkritik. Tujuan brainstorming adalah untuk membangkitkan diskusi terbuka, menghasilkan ide kreatif mengenai produk yang mungkin dan perbaikan produk. Walaupun perusahaan dapat memasukan brainstorming dalam berbagai tahapan pengembangan produk baru, umumnya akan bermanfaat bila secara langsung disertai semangat dapat memusatkan perhatian pada peluang tertentu, sebagaimana dituliskan dibawah ini :
Memahami pelanggan merupakan permasalahan dasar dalam pengembangan produk baru.
Perubahan ekonomi menyebabkan meningkatnya tingkat kemakmuran pada jangka panjang, tetapi siklus ekonomis dan harga berubah pada jangka pendek.
Perubahan secara sosiologis dan demografis mungkin muncul pada beberapa faktor, seperti berkurangnya ukuran keluarga.
Perubahan teknologi yang membuat segalanya mungkin, mulai dari komputer genggam, telepon genggam, hingga jantung buatan.
Perubahan politik / peraturan menghasilkan perjanjian perdagangan yang baru, tarif, dan juga persyaratan kontrak dengan pemerintah.
Perubahan lain dapat muncul dari kebiasaan pasar, standar profesional, pemasok, dan distributor.
Organisasi Pengembangan Produk
Pendekatan tradisional di Amerika Serikat untuk pengembangan produk adalah sebuah organisasi dengan apartemen yang berbeda. Departemen ini adalah : pertama sebuah departemen penelitian dan pengembangan (litbang) yang mengerjakan penelitian yang dibutuhkan; kemudian sebuah departemen rekayasa untuk merancang produk; kemudian departemen rekayasa manufaktur untuk merancang sebuah produk yang dapat diproduksi; dan akhirnya, departemen produksi yang memproduksi produk tersebut.
Keunggulan yang berbeda dari pendekatan ini adalah adanya tugas dan tanggung jawab yang tetap. Kelemahannya adalah kurangnya pemikiran ke masa depan : Bagaimana departemen downstream dalam proses berhadapan dengan konsep, ide, dan desain yang disajikan pada mereka, dan pada akhirnya apa pendapat pelanggan tentang produk? Pendekatan kedua yang terkenal adalah menugaskan seorang manajer produk untuk “memenangkan” produk melalui sistem pengembangan produk dan organisasi terkait.
Tim pengembangan produk (product development teams) bertanggung jawab untuk mengubah permintaan pasar menjadi sebuah produk yang dapat mencapai keberhasilan produk. Tim ini terdiri dari perwakilan dari pemasaran, produksi, pembelian, penjaminan kualitas, dan karyawan pelayanan lapangan. Banyak juga tim yang memasukkan perwakilan dari para penyedia barang/jasa. Terlepas dari kebiasaan yang resmi dalam suatu usaha pengembangan produk, penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan lebih cenderung terjadi pada lingkungan yang terbuka, yang berpartisipasi aktif, di mana mereka yang berpotensi menyumbangkan sesuatu diberikan kesempatan.
Tugas tim pengembengan produk adalah untuk membuat suatu produk atau jasa yang sukses, yaitu yang dapat dipasarkan (marketability), diproduksi (manufacturability), dan kemampuan pelayanannya (serviceability).
Penggunaan tim seperti ini disebut sebagai rekayasa menyeluruh (concurrent engineering) dan menunjukkan sebuah tim yang mewakili semua bidang yang terpengaruh (dikenal sebagai tim lintas fungsi). Concurrent engineering juga menunjukkan pengembangan produk yang lebih cepat melalui kinerja simultan aspek yang beragam tentang pengembangan produk. Pendekatan tim merupakan struktur dominan untuk pengembangan produk pada organisasi terkemuka di Amerika.
Strategi Pengenalan Produk Baru
Pentingnya produk baru tidak bias ditaksir terlalu tinggi. Sebagaimana ditunjukan pada Gambar 5.2, perusahan yang memimpin pasar mendapatkan sebagian besar penjualannya dari produk yang berumur kurang dari 5 tahun.Hal ini merupakan penyebab mengapa Gillette mengembangkan pisau silet baru dengan tiga mata, daripada meneruskan penjualan luar biasa dari pisau silet yang sukses bernama sensor.
Sistem Pengembangan Produk
Sebuah strategi produk yang efektif menghubungkan keputusan produk dengan arus kas, dinamika pasar, siklus hidup produk, dan kemampuan organisasi. Sebuah perusahaan harus mempunyai dana untuk mengembangakan produk, memahami perubahan yang terus-menerus terjadi di pasar, mempunyai petensi yang diperlukan, dan juga sumber daya. Sistem pengembangan produk tidak hanya menentukan keberhasilan produk tetapi juga masa depan perusahaan . Gambar 5.3 menunjukan tahapa pengembangan produk. Dalam system ini, pilihan produk melalui beberapa langkah, yang masing-masinng mempunyai proses penyaringan dan kriteria evaluasi sendiri serta memberikan umpan balik pada langkah sebelumnya.
Proses penyaringan diperluas pada fungsi operasi. Pengembangan produk yang optimal bergantung pada dukungan bagian lain dalam perusahaan, dan juga gabungan kesepuluh keputusan MO yang berhasil, mulai dari desain produk hingga pemeliharaan. Mengenali produk yang terlihat akan meraih pangsa pasar, berbiaya efektif, dan menguntungkan, tetapi pada kenyataanya sulit untuk diproduksi, dapat menyebabkan kegagalan dan bukan keberhasilan.
Quality Function Depeloyment (QFD)
Quality function depeloyment (QFD) berkaitan dengan (1) menetapkan apa yang akan memuaskan pelanggan dan (2) menerjemahkan keinginan pelanggan pada desain yang ditargetkan. Idenya adalah untuk memahami keinginan pelanggan dan memperkenalkan solusi proses alternative. Informasi ini kemudian dipadukan dalam desain produk yang terus berubah. QFD digunakan di awal proses desain untuk membantu menetapkan apa yang dapat memuaskan pelanggan dan kemana penyebaran usaha-usaha berkualitas.
Penetapan hubungan inilah yang merupakan langkah awal membangun sistem produksi tingkat dunia. Untuj membuat rumah kualitas , dilakukan enam langkah dasar :
Kenali keinginan pelanggan. (apa yang diinginkan pelanggan dalam produk ini?).
Kenali bagaimana produk/jasa akan memuaskan keinginan pelanggan.
Hubungkan keinginan pelanggan dengan bagaimana produk akan dibuat untuk memenuhi keinginan pelanggan tersebut.
Kenali hubungan antar sejumlah bagaimana pada perusahaan.
Buat tingkat kepentingan.
Evaluasi produk pesaing.
Rumah kualitas juga digunakan untuk mengevaluasi pesaing. Seberapa baik pesaing memenuhi kebutuhan pelanggan ? Dua kolom di sisi kanan memperlihatkan bagaimana penelitian pasar berpendapat seberapa baik pesaing memenuhi keinginan pelanggan (Baik, Sedang, Buruk atau Good, Fair, Poor). Jadi perusahaan A melakukan pekerjaan dengan baik pada “ringan”, “mudah digunakan”, dan “nyaman dipegang” sedang pada “dapat diandalkan” dan burk pada “tanpa bayangan ganda”. Perusahaan B melakukan pekerjaan dengan baik pada “keandalan” tetapi buruk pada atribut lain. Produk dari perusahaan lain dan bahkan produk yang diajukan dapat ditambahkan di sebelah perusahaan B.
Kegunaan lain dari QFD adalah untuk menunjukan bagaimana usaha yang berkualitas akan disebarkan. Sebagaimana ditunjukan pada Gambar 5.4, karateristik desain dari Rumah 1, menjadi input bagi Rumah 2,yang harus dipenuhi oleh komponen spesifik produk. Sama halnya, konsep ini dibawa ke Rumah 3, dimana komponen spesifik harus dipenuhi oleh proses produksi tertentu. Saat proses produksi itu ditentukan, mereka menjadi persyaratan untuk Rumah 4 untuk dipenuhi oleh sebuah rencana kualitas yang akan memastikan proses tersebut sesuai. Rencana kualitas adalah sekumpulan toleransi, prosedur, metoda, dan teknik sampling yang khusus, yang memastikan bahwa proses produksi dapat memenuhi kebutuhan pelanggan.
Banyak literatur mengenai QFD dan usaha yang telah dicurahkan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dengan karateristik desain (Rumah 1 pada Gambar 5.4), dan kepentingannya tidak dapat dianggap remeh. Walaupun demikian, urutan rumah merupakan jalan yang sangat efektif untuk mengidentifikasi, mengkomunikasikan, dan menempatkan sumber daya pada sistem secara keseluruhan. Serangkaian rumah ini membantu manajer operasi untuk menetapkan ke mana sumber daya berkualitas perlu disebarkan. Dengan cara ini,kita dapat memenuhi kebutuhan pelanggan memproduksi produk yang berkualitas, dan memenangkan pesanan.
Satu teknik untuk menghasilkan produk baru adalah brainstorming. Brainstorming adalah suatu teknik di mana kelompok orang yang berbeda saling berbagi ide pada topik tertentu tanpa mengkritik. Tujuan brainstorming adalah untuk membangkitkan diskusi terbuka, menghasilkan ide kreatif mengenai produk yang mungkin dan perbaikan produk. Walaupun perusahaan dapat memasukan brainstorming dalam berbagai tahapan pengembangan produk baru, umumnya akan bermanfaat bila secara langsung disertai semangat dapat memusatkan perhatian pada peluang tertentu, sebagaimana dituliskan dibawah ini :
Memahami pelanggan merupakan permasalahan dasar dalam pengembangan produk baru.
Perubahan ekonomi menyebabkan meningkatnya tingkat kemakmuran pada jangka panjang, tetapi siklus ekonomis dan harga berubah pada jangka pendek.
Perubahan secara sosiologis dan demografis mungkin muncul pada beberapa faktor, seperti berkurangnya ukuran keluarga.
Perubahan teknologi yang membuat segalanya mungkin, mulai dari komputer genggam, telepon genggam, hingga jantung buatan.
Perubahan politik / peraturan menghasilkan perjanjian perdagangan yang baru, tarif, dan juga persyaratan kontrak dengan pemerintah.
Perubahan lain dapat muncul dari kebiasaan pasar, standar profesional, pemasok, dan distributor.
Organisasi Pengembangan Produk
Pendekatan tradisional di Amerika Serikat untuk pengembangan produk adalah sebuah organisasi dengan apartemen yang berbeda. Departemen ini adalah : pertama sebuah departemen penelitian dan pengembangan (litbang) yang mengerjakan penelitian yang dibutuhkan; kemudian sebuah departemen rekayasa untuk merancang produk; kemudian departemen rekayasa manufaktur untuk merancang sebuah produk yang dapat diproduksi; dan akhirnya, departemen produksi yang memproduksi produk tersebut.
Keunggulan yang berbeda dari pendekatan ini adalah adanya tugas dan tanggung jawab yang tetap. Kelemahannya adalah kurangnya pemikiran ke masa depan : Bagaimana departemen downstream dalam proses berhadapan dengan konsep, ide, dan desain yang disajikan pada mereka, dan pada akhirnya apa pendapat pelanggan tentang produk? Pendekatan kedua yang terkenal adalah menugaskan seorang manajer produk untuk “memenangkan” produk melalui sistem pengembangan produk dan organisasi terkait.
Tim pengembangan produk (product development teams) bertanggung jawab untuk mengubah permintaan pasar menjadi sebuah produk yang dapat mencapai keberhasilan produk. Tim ini terdiri dari perwakilan dari pemasaran, produksi, pembelian, penjaminan kualitas, dan karyawan pelayanan lapangan. Banyak juga tim yang memasukkan perwakilan dari para penyedia barang/jasa. Terlepas dari kebiasaan yang resmi dalam suatu usaha pengembangan produk, penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan lebih cenderung terjadi pada lingkungan yang terbuka, yang berpartisipasi aktif, di mana mereka yang berpotensi menyumbangkan sesuatu diberikan kesempatan.
Tugas tim pengembengan produk adalah untuk membuat suatu produk atau jasa yang sukses, yaitu yang dapat dipasarkan (marketability), diproduksi (manufacturability), dan kemampuan pelayanannya (serviceability).
Penggunaan tim seperti ini disebut sebagai rekayasa menyeluruh (concurrent engineering) dan menunjukkan sebuah tim yang mewakili semua bidang yang terpengaruh (dikenal sebagai tim lintas fungsi). Concurrent engineering juga menunjukkan pengembangan produk yang lebih cepat melalui kinerja simultan aspek yang beragam tentang pengembangan produk. Pendekatan tim merupakan struktur dominan untuk pengembangan produk pada organisasi terkemuka di Amerika.
Strategi Pengenalan Produk Baru
Pentingnya produk baru tidak bias ditaksir terlalu tinggi. Sebagaimana ditunjukan pada Gambar 5.2, perusahan yang memimpin pasar mendapatkan sebagian besar penjualannya dari produk yang berumur kurang dari 5 tahun.Hal ini merupakan penyebab mengapa Gillette mengembangkan pisau silet baru dengan tiga mata, daripada meneruskan penjualan luar biasa dari pisau silet yang sukses bernama sensor.
Sistem Pengembangan Produk
Sebuah strategi produk yang efektif menghubungkan keputusan produk dengan arus kas, dinamika pasar, siklus hidup produk, dan kemampuan organisasi. Sebuah perusahaan harus mempunyai dana untuk mengembangakan produk, memahami perubahan yang terus-menerus terjadi di pasar, mempunyai petensi yang diperlukan, dan juga sumber daya. Sistem pengembangan produk tidak hanya menentukan keberhasilan produk tetapi juga masa depan perusahaan . Gambar 5.3 menunjukan tahapa pengembangan produk. Dalam system ini, pilihan produk melalui beberapa langkah, yang masing-masinng mempunyai proses penyaringan dan kriteria evaluasi sendiri serta memberikan umpan balik pada langkah sebelumnya.
Proses penyaringan diperluas pada fungsi operasi. Pengembangan produk yang optimal bergantung pada dukungan bagian lain dalam perusahaan, dan juga gabungan kesepuluh keputusan MO yang berhasil, mulai dari desain produk hingga pemeliharaan. Mengenali produk yang terlihat akan meraih pangsa pasar, berbiaya efektif, dan menguntungkan, tetapi pada kenyataanya sulit untuk diproduksi, dapat menyebabkan kegagalan dan bukan keberhasilan.
Quality Function Depeloyment (QFD)
Quality function depeloyment (QFD) berkaitan dengan (1) menetapkan apa yang akan memuaskan pelanggan dan (2) menerjemahkan keinginan pelanggan pada desain yang ditargetkan. Idenya adalah untuk memahami keinginan pelanggan dan memperkenalkan solusi proses alternative. Informasi ini kemudian dipadukan dalam desain produk yang terus berubah. QFD digunakan di awal proses desain untuk membantu menetapkan apa yang dapat memuaskan pelanggan dan kemana penyebaran usaha-usaha berkualitas.
Penetapan hubungan inilah yang merupakan langkah awal membangun sistem produksi tingkat dunia. Untuj membuat rumah kualitas , dilakukan enam langkah dasar :
Kenali keinginan pelanggan. (apa yang diinginkan pelanggan dalam produk ini?).
Kenali bagaimana produk/jasa akan memuaskan keinginan pelanggan.
Hubungkan keinginan pelanggan dengan bagaimana produk akan dibuat untuk memenuhi keinginan pelanggan tersebut.
Kenali hubungan antar sejumlah bagaimana pada perusahaan.
Buat tingkat kepentingan.
Evaluasi produk pesaing.
Rumah kualitas juga digunakan untuk mengevaluasi pesaing. Seberapa baik pesaing memenuhi kebutuhan pelanggan ? Dua kolom di sisi kanan memperlihatkan bagaimana penelitian pasar berpendapat seberapa baik pesaing memenuhi keinginan pelanggan (Baik, Sedang, Buruk atau Good, Fair, Poor). Jadi perusahaan A melakukan pekerjaan dengan baik pada “ringan”, “mudah digunakan”, dan “nyaman dipegang” sedang pada “dapat diandalkan” dan burk pada “tanpa bayangan ganda”. Perusahaan B melakukan pekerjaan dengan baik pada “keandalan” tetapi buruk pada atribut lain. Produk dari perusahaan lain dan bahkan produk yang diajukan dapat ditambahkan di sebelah perusahaan B.
Kegunaan lain dari QFD adalah untuk menunjukan bagaimana usaha yang berkualitas akan disebarkan. Sebagaimana ditunjukan pada Gambar 5.4, karateristik desain dari Rumah 1, menjadi input bagi Rumah 2,yang harus dipenuhi oleh komponen spesifik produk. Sama halnya, konsep ini dibawa ke Rumah 3, dimana komponen spesifik harus dipenuhi oleh proses produksi tertentu. Saat proses produksi itu ditentukan, mereka menjadi persyaratan untuk Rumah 4 untuk dipenuhi oleh sebuah rencana kualitas yang akan memastikan proses tersebut sesuai. Rencana kualitas adalah sekumpulan toleransi, prosedur, metoda, dan teknik sampling yang khusus, yang memastikan bahwa proses produksi dapat memenuhi kebutuhan pelanggan.
Banyak literatur mengenai QFD dan usaha yang telah dicurahkan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dengan karateristik desain (Rumah 1 pada Gambar 5.4), dan kepentingannya tidak dapat dianggap remeh. Walaupun demikian, urutan rumah merupakan jalan yang sangat efektif untuk mengidentifikasi, mengkomunikasikan, dan menempatkan sumber daya pada sistem secara keseluruhan. Serangkaian rumah ini membantu manajer operasi untuk menetapkan ke mana sumber daya berkualitas perlu disebarkan. Dengan cara ini,kita dapat memenuhi kebutuhan pelanggan memproduksi produk yang berkualitas, dan memenangkan pesanan.
Manajemen Operasi (Kelompok7 )Wisnu Ce eS
BAB I
PENDAHULUAN
Tata letak pabrik merupakan suatu landasan utama dalam dunia industri. Tata letak pabrik yang terencana dengan baik akan ikut menentukan efisiensi dan efektivitas kegiatan produksi dan dalam beberapa hal akan juga menjaga kelangsungan hidup atau keberhasilan suatu perusahaan.
Peralatan produksi yang canggih dan mahal harganya akan tidak berarti apa-apa akibat perencanaan tata letak yang sembarangan saja. Karena aktivitas produksi suatu industri secara normal harus berlangsung dalam jangka waktu yang panjang dengan tata letak yang tidak berubah-rubah, maka kekeliruan yang dibuat dalam perencanaan tata letak ini akan menyebabkan kerugian yang tidak kecil.
Bila ditinjau secara umum, tujuan utama dari tata letak pabrik ialah mengatur area kerja dan segala fasilitas produksi yang paling ekonomis untuk operasi produksi, aman dan nyaman sehingga akan dapat meningkatkan moral kerja yang baik dari operator.
Adapun pengaturan tata letak pabrik yang baik akan memberikan manfaat dalam system produksi, antara lain menaikkan output produksi ,mengurangi waktu tunggu ,mengurangi proses pemindahan bahan ,penghematan penggunaan area (produksi, gudang, service, dsb) ,peningkatan pendaya gunaan pemakaian mesin, tenaga kerja, dan fasilitas produksi ,mengurangi kemacetan dan kesimpangsiuran ,memperbaiki moral dan kepuasaan kerja, dan lain-lain. Yang pada dasarnya kesemuanya itu akan bias meningkatkan produktivitas kerja dan mengurangi biaya operasi, dapat diperoleh harga produk yang rendah, sehinga mampu bersaing di pasar bebas.
Selain pengaturan tata letak yang baik, dalam Perencanaan Tata Letak Pabrik teerdapat beberapa pinsip yang harus dipegang. Dalam pelaksanaannya prinsip-prinsip yang biasa dipakai antara lain Integrasi secara menyeluruh semua faktor yang mempebgaruhi faktor produksi, jarak perpindahan bahan diusahakan seminimal mungkin, aliran kerja berlangsung secara normal, semua area yang ada dimanfaatkan secara efektif dan efisien, kepuasan kerja dan rasa aman bagi pekerja dijaga sebaik-baiknya, pengaturan tata letak harus fleksibel.
Kesemua aspek dalam proses pelaksanaan tata letak pabrik perlu dipertimbangkan dan dikombinasikan sempurna. Baik secara pengaturan maupun dari aspek prinsip dalam tata letak pabrik. Tata letak yang baik inilah yang mejadi salah satu faktor penentu sebuah perusahaan akan maju dan berkembang.
BAB II
PENERAPAN MANAJEMEN STRATEGI TATA LETAK
II.1 KEPENTINGAN STRATEGIS KEPUTUSAN
Tata letak merupakan satu keputusan penting yang menentukan efisiensi sebuah operasi dalam jangka panjang. Tata letak memiliki banyak dampak strategis karena tata letak menentukan daya saing perusahaan dalam hal kapasitas, proses, fleksibilitas, dan biaya, serta kualitas lingkungan kerja, kontak pelanggan, dan citra perusahaan. Tata letak yang efektif dapat membantu organisasi mencapai sebuah strategi yang menunjang diferensiasi, biaya rendah, atau respons cepat. Sebagai contoh, Benetton, mendukung sebuah strategi dferensiasi dengan menanamkan investasi dalam tata letak gudang yang menghasilkan sistem pengiriman dan penyortiran yang cepat dan akurat pada 5.000 toko yang dimilikinya. Tara letak pada toko Wal-Mart mendukung strategi biaya rendah yang dilakukan pada teknik pergudangan dan taia letak. Tata letak kantor Hallman di mana banyak profesional yang bekerja dalam Sel kerja, mendukung strategi pengembangan secara cepat kartu ucapan selamat. Tujuan strategi tata letak adalah untuk membangun tata letak yang ekonomis yang memenuhi kebutuhan persaingan perusahaan. Perusahaan - perusahaan ini telah melakukannya.
Dalam semua kasus, desain tata letak harus mempertimbangkan bagaimana untuk dapat mencapai:
1. Utilisasi ruang, peralatan, dan orang yang lebih tinggi.
2. Aliran informasi, barang, atau orang yang lebih baik.
3. Moral karyawan yang lebih baik, juga kondisi lingkungan kerja yang lebih aman.
4. Interaksi dengan pelanggan yang lebih baik.
5. Fleksibilitas (bagaimanapun kondisi tata letak yang ada sekarang, tata letak tersebar akan perlu diubah).
Semakin lama, desain tata letak perlu dipandang sebagai sesuatu yang dinamis. Hal ini antara lain mempertimbangkan peralatan yang kecil, mudah dipindahkan, dan fleksibel. Rak panjangan di toko harus dapat dipindahkan, meja kantor dan partisi yang modular, dan rak di gudang serta di pabrik (tinggal pasang). Agar dapat mengatasi perubahan model produk secara cepat a dan masih dalam tingkat produksi yang memadai, manajer operasi harus memberikan fleksibilitas dalam desain tata tetak. Untuk mendapatkan fleksibilitas dalam tata letak, para manajer menempatkan pekerja mereka secara bersilang, merawat peralatan, menjaga investasi tetap rendah, menempatkan Sel kerja secara berdekatan, dan menggunakan peralatan yang kecil dan mudah dipindahkan. Dalam beberapa hal, peralatan yang menggunakan roda sangat tepat digunakan untuk mengantisipasi perubahan yang akan terjadi pada produk, proses, atau volume produksi.
II.2 TIPE – TIPE TATA LETAK
Keputusan mengenai tata letak meliputi penempatan mesin pada tempat yang terbaik (dalam pengaturan produksi), kantor dan meja-meja (pada pengaturan kancor) atau pusat pelayanan (dalam pengaturan rumah sakit atau department store). Sebuah tata letak yang efektif memfasilitasi adanya aliran bahan, orang, dan informasi di dalam dan antar wilayah. Untuk mencapai tujuan ini, beragam pendekatan telah dikembangkan. Di antara pendekatan tersebut, ada enam pendekatan tata letak:
1. Tata letak dengan posisi tetap
memenuhi persyaratan tata letak untuk proyek yang besar dan memakan tempat seperti proses pembuatan kapal laut dan gedung.
2. Tata letak yang berorientasi pada proses
berhubungan dengan produksi dengan volume rendah, dan bervariasi tinggi (juga disebut sebagai “job shop”, atau produksi terputus).
3. Tata letak kantor
menempatkan para pekerja, peralatan mereka, dan ruangan/kantor yang melancarkan aliran informasi.
4. Tata letak ritel
menempatkan rak-rak dan memberikan tanggapan atas perilaku pelanggan.
5. Tata letak gudang
melihat kelebihan dan kekurangan antara ruangan dan sistem penanganan bahan.
6. Tata letak yang berorientasi pada produk
mencari utilisasi karyawan dan mesin yang paling baik dalasn produksi yang kontinu atau berulang.
Oleh karena hanya beberapa dan keenam golongan mi yang dapat dimodelkan secara matematis, tata letak dan desain dan fasilitas fisik masih merupakan sebuah seni. Walaupun demikian, telah diketahui bahwa sebuah. tata letak yang balk perlu menetapkan beberapa hal berikut:
1. Peralatan penanganan bahan. Manajer harus memutuskan peralatan yang akan digunakan, meliputi ban berjalan, cranes, (automated storage and retrieval system—ASRS), juga kereta oromatis untuk mengirim dan rnenyimpan bahan.
2. Kapasitas dan persyaratan luas ruang. Desain tata letak dan penyediaan ruangan hanya dapat dilakukan saat persyaratan jumlah pekerja, mesin, dan peralatan diketahui. PAda kasus pekerjaan kantor, manager operasi harus membuat perkiraan persyaratan ruang untuk setiap karyawan. Persyaratan ini dapat berupa ruangan persegi empat berukuran 6 x 6 kaki di tambah dengan kelonggaran untuk gang, toilet, kantin, tangga, lift, dan sebagainya, atau dapat juga berupa kantor – kantor yang luas untuk para ekslusif dan ruang rapat. Manajemen juga harus mempertimbangkan kelonggaran yang diisyaratkan sebagai keamanan yang mengatasi masalah kebisingan, debu, asap, suhu, dan riuang di sekitar peralatan dan mesin.
3. Lingkungan hidup dan estetika. Pemikiran mengenai tataletak sering membutuhkan keputusan mengenai jendela, tanaman dan tinggi partisi untuk menfasilitasi aliran udara, mengurangi kebisingan, menyediakan keleluasaan pribadi dan sebagainya.
4. Aliran informasi. Komunikasi sangat penting bagi setiap perisaha.dan harus dapat difasilitasi oleh tata letak. Permasalahan ini mungkin membutuhkan keputusan tentang jarak, juga keputusan akankah dibuat kantor pada ruangan terbuka menggunakan pembatas setengah badan atau kantor yang memberi keleluasaan pribadi.
5. Biaya perpindahan antar-wilayah kerja yang berbeda. Terdapat banyak pertimbangan untuk yang erkaitan dengan pemindahan bahan atau kepentingan eberapa wilayah tertentu untuk didekatkan satu sama lain. Sebagai contoh, memindahkan leburan baja akan lebih sulit dibandingkan dengan memindahkan baja dalam keadaan dingin.
II.3 TATA LETAK DENGAN POSISI TETAP
Dalam tata letak dengan posisi tetap (fired-position layout), proyek temp berada dalam satu tempat sementara para pekerja dan peralatan datang pada tempat tersebut. Contoh tipe proyek seperti ini adalah proyek pembuatan kapal, jalan layang, jembatan, rumah, dan sumur minyak bumi.
Teknik untuk mengatasi tata letak denganposisi tetap tidak dikembangkan dengan baik. kerumitannya bertambah karena adanya tiga faktor. Faktor yang pertama adalah, terdapat tempa yang terbatas pada semua lokasi produksi. Yang kedua, setiap tahapan yang berbeda pada prose konstruksi, membutuhkan bahan yang berbeda; oleh karena itu, banyak hal menjadi pentit sejalan dengan perkembangan proyek. Yang ketiga, volume bahan yang dibutuhkari dinamis Sebagai contoh, tingkat penggunaan panel baja untuk galangan kapal berubah sejalan den perkembangan proyek.
Industri yang berbeda menangani masalah mi dengan cara yang berbeda. Industri konstru biasanya memiliki “rapat antar-pedagang” untuk menentukan tempat pada periode waktu yang berbeda. Sebagaimana yang telah dapat diperkirakan, rapat mi sering menghasilkan solusi yang kurang optimal, karena diskusi yang terjadi mungkin lebib bersifat politis dan bukan analitis Walaupun demikian, kapal-kapal besar memiliki wilayah bongkar muat yang disebut sebagai “platen” yang terletak di sisi kapal, yang proses pemuatannya dijadwalkan oleh departemen penjadwalan.
Karena permasalahan pada tata letak dengan posisi tetap mi sulit dipecahkan pada lokasi, strategi alternatif yang ada adalah untuk melengkapi proyek sedapat mungkin di luar lokasi. Pendekatan ini digunakan pada industri pembangunan kapal di saat unit standar contoh kotak pemegang pipa dirakit pada lini perakitan terdekat (fasilitas yang berorientasi pada produk) sebagai sebuah usaha untuk menambahkan efisiensi pada pembangunan kapal. Ingall Ship Building Corporation telah beralih menuju produksi yang berorientasi pada produk di saat bagian-bagian dan sebuah kapal (modul) serupa, atau saat perusahaan itu mendapatkan kontrak untuk membangun bagian yang sama bagi beberapa kapal yang serupa. Sama halnya perusahaan pembuat kapal laip juga sedang mencoba teknologi kelompok untuk mengelompokkan komponen. Banyak pembangun rumah sekarang beralih dan strategi tata letak yang tetap menjadi strategi yang lebih berorientasi pada produk. Sekitar sepertiga rumah baru di Amenika Serikat sekarang dibangun dengan cara ini.
II.4 TATA LETAK YANG BERORENTASI PADA PROSES
Tata letak yang berorientasi pada proses (process-oriented layout) dapat menangani beragam barang atau jasa secara bersamaan. Ini merupakan cara tiadisional untuk mendukung sebuah strategi diferensiasi produk. Tata letak mi paling efisien di saat pembuatan produk yang memiliki persyaratan berbeda, atau di saat penanganan pelanggan, pasien, atau Klien dengan kebutuhan yang berbeda tata letak yang berorientasi pada proses biasanya memiliki strategi volume rendah dengan variabel tinggi. Pada lingkungan job shop seperti ini, setiap produk atau setiap produk da1ani kelompok kecil melalui urutan operasi yang berbeda. Sebuah produk atau pesanan yang sedikit diproduksi dengan memindahkannya dan satu departemen ke departemen lainnya ,dalam urutan yang diperlukan bagi produk tersebut, Contoh yang baik bagi tata letak yang berorientasi pada proses adalah rumah sakit atau klinik. Gambar dibawah ini menggambarkan proses untuk dua pasien, A dan B, pada sebuah klinik gawat darurat di Chicago. Seorang yang masuk, masirg-masing dengan kebutuhan yang berbeda,membutuhkan rute yang berbeda pendaftaran, laboratorium, kamar operasi, ,radio1ogi, apotik, ruang perawatan, dan lain sebagainya. Peralatan, keahlian, dan pengawasan diatur di sekitar proses ini.
Satu kelebihan utama dan tata letak ml adalah adanya fleksibilitas peralatan dan penugasan tenaga kerja. Sebagai contoh, jika tenjadi kerusakan pada satu mesin, proses produksi secara keseluruhan tidak perlu berhenti; pekerjaan dapat dialihkan pada mesin lain dalam departemen yang sama. Tata letak yang berorientasi pada proses juga sangat baik untuk menangani produksi komponen dalam batch yang kecil, atau disebut job lot, dan untuk memproduksi beragam komponen dalam ukuran dan bentuk yang berbeda.
Kelemahan tata letak yang berorientasi pada proses terletak pada peralatan yang biasanya memiliki kegunaan umum. Pesanan akan menghabiskan waktu lebih lama untuk berpindah dalam sistem karena adanya penjadwalan yang sulit, penyetelan mesin yang berubah, dan penanganan bahan yang unik. Sebagai tambahan, peralatan yang memiliki kegunaan umum, membutuhkan tenaga kerja yang terampil, dan persediaan barang setengah jadi menjadi lebih tinggi karena adanya ketidakseimbangan proses produksi. Tenaga kerja terampil yang dibutuhkan juga méningkai pelatihan dan pengalaman yang dibutuhkan, dan jumlah barang setengah jadi yang tinggi membutuhkan modal yang lebih banyak.
Dalam mendesain sebuah tata letak yang berorientasi pada proses, taktik yang paling lazim digunakan untuk menyusun departemen atau stasiun kerja adalah untuk meminimalkan biaya penanganan bahan. Dengan kata lain, departemen yang memiliki aliran komponen atau orang yang banyak di antara mereka harus didekatkan satu sama lain. Dalam pendekatan ini, biaya penanganan bahan bergantung kepada (1) jumlah muatan (atau orang) yang harus dipindahkan di antara dua departemen selama beberapa waktu dan (2) biaya memindahkan muatan orang ( atau orang ) yang terkaitan dengan jarak antar departemen. Biaya diasumsikan sebagai sebuah fungsi jarak antar-departemen. Tujuan fungsi ini dapat dinyatakan sebagai berikut:
Xij = jumlah beban yang dipindahkan dan departemen i ke departemen j
Cij = biaya urituk memindahkan beban antara departemen i dan departemen j
Fasilitas yang berorientasi pada proses (dan juga tata letak dengan posisi tetap) mencoba untuk meminimalkan beban atau perjalanan, dikalikan dengan biaya yang berkaitan dengan jarak. Istilah C, memadukan antara jarak dan biaya lain menjadi satu faktor. Di sini diasumsikan tidak hanya kesulitan .pemindahan yang .sama, tetapi juga biaya penjemputan dan pengiriman yang konstan. Walaupun.mereka tidak selalu konstan, untuk menyederhanakan, data-data yang ada diringkas (yaitu, jarak, kesulitan, serta biaya penjemputan dan pengiriman) dalam satu variabel, yakni biaya. Cara yang paling baik untuk memahami langkah-langkah yang terkait dalam mendesain sebuah tata letak proses adàlah dengan melihat sebuah contoh.
Manajemen Perusahaan Walters ingin mengatur enam departemen dalam pabriknya sedemikian rupa sehingga meminimalkan biaya penanganan bahan antar-departemen. Mereka membuat asumsi awal (untuk menyederhanakan masalah) bahwa setiap departemen berukuran 20 x 20 kaki dan panjang serta lebar gedung adalah 60 kaki dan 40 kaki. Prosedur tata letak proses mengikuti langkah-langkah berikut
Langkah 1: Membuat matriks “dari-ke” menunjukkan aliran barang atau bahan dan departemen ke departemen lain.
Langkah 2: Menentukan kebutuhan luas ruang setiap departemen.
Langkah 3: Membangun sebuah diagram skematis awal yang menunjukkan urutan departemen yang harus dilalui oleh komponen. Cobalah untuk meletakkan departemen dengan aliran bahan atau komponen yang berat berdekatan satu sama lain.
Langkah 4: Tentukan biaya tata letak mi dengan menggunakan persamaan biaya penanganan bahan berikut :
Untuk masalah mi, Perusahaan Walter mengasumsikan bahwa sebuahforklift dapat membawa semua beban antar departemen. Biaya untuk memindahkan satu beban di antara departemen yang bersebelahan diperkirakan sebesar $1. Memindahkan beban antar departemen yang tidak saling bersebelahan mengeluarkan biaya $2. Dengan melihat pada Gambar 9.2, dapat dilihat bahwa biaya penanganan bahan antara departemen I dan 2 adalah $50 ($1 x 50 beban), $200 antara departemen 1 dan 3 ($2 x 100 beban), $ 40.
antara departemen 1 dan 6 ($2 x 20 beban), dan seterusnya. Ruangan-ruangan yang terletak diagonal, seperti departemen 2 dan 4, diperlakukan sebagai bersebelahan. Biaya total untuk tata letak yang ditunjukkan dalam Gambar 9.4 adalah:
Langkah 5: Dengan coba-coba (trial and error) (atau dengn pendekatan program komputer yang canggih yang dibahas selanjutnya), cobalah untuk memperbaiki tata letak yang digambarkan dalam Gambar 9.3 untuk menetapkan pengaturan departemen yang cukup baik.
Dengan melihat pada aliran grafik dan perhirungan biaya, dapat dilihat bahwa menempatkan departemen 1 dan 3 lebih dekat terlihat lebih disukai. Mereka tidak bersebelahan, dan aliran volume yang tinggi menyebabkan adanya pengeluaran penanganan yang besar. Dengan melihat kembali situasi, harus diuji efek dan pemindahan departemen yang mungkin malah meningkatkan (dan bukan menurunkan) biaya keseluruhan.Satu kemungkinan yang ada adalah menukar departemen 1 dan 2. Pertukaran menenyebabkan grafik aliran antar-departemen yang kedua, yang menunjukkan pengurangan biaya hingga $480, dan penghematan penanganan bahan $90.
Tentu saja, pertukaran ini hanyalah satu dan sekian banyak kemungkinan perubahan ada. Untuk permasalahan enam departemen, terdapat 720 (atau 6! = 6 X 5 X 4 X 3 X 2 X 1 susunan yang mungkin! Dalam masalah tata letak, solusi optimal sangat jarang ditemukan dan harus puas dengan satu solusi yang “layak” yang dicapai setelah beberapa kali percobaan Anggap saja Perusahaan Walters cukup puas dengan gambaran biaya sebesar $480 dan grafik aliran pada Gambar 9.5. Permasalahan mi mungkin belum sepenuhnya selesai. Terkadang terdapat langkah keenam yang dibutuhkan:
Langkah 6: Menyiapkan rencana detail untuk mengatur departemen agar sesuai dengan bentuk bangunan dan wilayah yang tidak dapat dipindahkan (seperti.a pemuatan, toilet dan tangga). Sering kali langkah mi meliputi proses untuk memastikan bahwa rencana akhir dapat dipenuhi oleh sistem listrik, beban lantai, estetika, dan faktor lainnya.
II.5 SOFTWARE KOMPUTER UNTUK TATA LETAK YANG BERORIENTASI PADA PROSES
Pendekatan grafis dalam Contoh 1 memadai untuk masalah yang sederhana. Walaupun demikian, pendelcatan grafis mi tidak mencukupi untuk masalah yang Iebih besar. Jika terdapat 20 departemen yang terlibat dalam sebuah masalah tata letak, lebih dari 600 triliun konfigurasi departemen yang mungkin. Untungnya program komputer telah dibuat ‘jintuk menangani tata letak hingga 40 departemen. Program yang paling terkenal adalah CRAFT (Computerized Relatife Allocation of Facilities Technique), sebuah program yang menghasilkan solusi “baik” tetapi tidak selalu “optimal”. CRAFT merupakan teknik pencarian yang secara sistematis menguji alternatif pengaturan departemen untuk mengurangi biaya “penanganan” total .CRAFT memiliki keunggulan tambahan dengan menguji tidak hanya beban dan jarak tetapi juga faktor ketiga, yaitu tingkat kesulitan.
Paket tata letak proses lain yang terkenal adalah the Automated Layout Design Program (ALDEP), Computerized Relationship Layout Planning (CORELAP), dan Factory Flow.Factory flow digunakan untuk mengoptimalkan tata letak berdasarkan jarak aliran bahan, frekuensi, dan biaya. Factory Flow menggunakan gambar tata letak Auto CAD dan sebuah pabrik yang berorientasi pada proses; data routing komponen; dan biaya, waktu, dan kecepatan sistern penanganan bahan. Pada analisis suatu pabrik perakiran console, Factory Flow berhasil mengurangi biaya penanganan bahan dan $900.000 menjädi $800.000 dan mengurangi panjang ban berjalan dan 3.600 kaki menjadi hanya 700 kaki.
II.6 SEL KERJA
Pengaturan sel kerja digunakan di saat volume memerlukan pengath khusus mesin dan pera1atan. Dalam lingkungan manufaktur, teknologi kelompok mengidentifikasi produk yang memiliki karakteristik sama dan rnemungkinkan tidak hanya batch tertentu (sebagai contoh, beberapa unit dari produk yang sama) tetapi juga sekumpulan batch, untuk diproses dalam sel kerja tertentu. SeI kerja dapat dilihat sebagai sebuah kasus khusus dan tata letak yang berorientasi pada proses. Walaupun ide sel kerja pertama kali diperkenalkan oleh R. E. Flanders pada tahun 1925, hanya dengan meningkatnya penggunaan teknologi kelompok maka teknik tersebut semakit teruji.
Ide sel kerja (work cell) adalah untuk mengatur ulang orang dan mesin yang biasanya tersebar pada departemen proses yang beragam dan sewaktu-waktu mengatur mereka dalam sebuah kelompok kecil, sehingga mereka dapat. memusatkan perhatian dalam membuat satu produk atau sekumpulan produk yang saling berkaitan. Oleh karena itu, seT kerja, dibangun c’ sekitar produk. Sebagai contoh, Motoro1 membentuk sel kerja untuk membangun dan menguji sistem pengendali mesin penguji untuk traktor John Deere. Sel kerja mi dikonfigurasi ulang sewaktu desain atau volume produk berubah. Keunggulan Sel kerja adalah:
1. Mengurangi persediaan bahan setengah jadi karena Sel kerja di-set untuk menghasilkan keseimbangan aliran dan mesin ke mesin.
2. Ruang yang dibutuhkan lebih sedikit kanena berkurangnya persediaan bahan setengah jadi yang diperlukan di antara mesin.
3. Mengurangipersediaan bahan baku dan barangjadi karena adanya bahan setengah jadi yang lebih sedikit, menyebabkan adanya pergerakan bahan yang lebih cepat melalui sd kerja.
4. Mengurangi biaya tenaga kerja langsung karena adanya peningkatan komunikasi antarkaryawan, aliran bahan yang lebih baik, dan penjadwalan yang lebih baik.
5. Mcningkatkan partisipasi kaiyawan dalam organisasi dan produk karena karyawan dapat menerima tanggung jawab yang lebih dan kualitas produk yang dikaitkan secara Iangsung kepada mereka dan sel kerja mereka.
6. Meningkatkan penggunaan peralatan dan mesin karena adanya penjadwalan yang lebih baik dan aliran bahan yang lebih cepat.
7. Mengurangi modal pada mesin dan peralatan karena tingkat pemanfaatan fasilitas yang baik mengurangi jumlah mesin dan jumlah peralatan dan perkakas.
Persyaratan produksi selular meliputi:
1. Identifikasi ke1iarga produk, sering kali dengan menggunakan kode teknologi kelornpok atau yang sejenisnya.
2. Tingkat pelatihan dan fleksibilitas karyawan yang ninggi.
3. Se! kerja dibangun pertama kali oleh dukungan staf, atau karyawan yang fleksibel dan
imajinatif.
4. Pengujian (poka-yoke) terdapat pada setiap stasiun dalam sel.
Tata Letak:
a.) Tata letal saat ini-para pekerja berada dalam wilayah keci yang tertutup. Tidak dapat meningkatkan output tanpa adanya pekerja ketiga.
b.) Tata letal yang telah diperbaiki-pekerja dapat saling membantu. Mungkin dapat ditambahkan pekerja ketiga.
c) Tatat letal saat ini-berupa garis lurus yang membuat proses penyeimbangan tugas menjadi sulit karena para pekerja tidak dapat membagi tugas secara merata.
d.) Tata letal yang telah diperbaiki-dengan bentuk U, para pekerja memiliki akses yang lebih baik. Empat pekerja dikurangi menjadi tiga.
Sel kerja pada lini perakitan terkadang diatur dalam sebuah bentuk U. Fasilitas yang berbentuk huruf U seperti yang diperlihatkan dalam Gambar memiliki paling tidak lima keuntungan dibandingkan dengan fasilitas berbentuk garis lurus:
(1) karena tugas- tugas dapat dikelompokan maka pengujian dapat dilakukan
segera;
(2) pekerja yang diperlukan lebih sedikit;
(3) para pekerja dapat menjangkau wilayah kerja secara lebih luas;
(4) wilayah kerja dapat diseimbangkan secara Iebih efisien; dan
(5) komunikasi ditingkatkan.
Sekitar 40% dan pabrik di Amerika Serikat yang memiliki karyawan kurang dan 100 orang menggunakan jenis sistem selular, di mana 74% dan pabrik-pabrik besar yang disurvei telah mengadopsi metode produksi selular. Sebagai contoh, Bayside Controls di Queens, New York. Selama sepuluh tahun terakhir telah meningkatkan penjualannya dan $300.000 menjadi $11 juta per tahun. Sebagian besar keuntungan ini dikaitkan dengan peralihan perusahaan ini menjadi manufaktur selular. Sebagaimana yang terlihat dalam kotak Penerapan MO, Rowe Furnitur td memperoleh kesuksesan yang senupa dengan sel kerja.
III. PUSAT KERJA YANG TERFOKUS DAN PABRIK YANG TERFOKUS
Jika sebuah perusahaan telah mengidentifikasi sebuah keluarga atau sejumlah produk yang serupa yang memiliki permintaan yang besar dan stabil, perusahaan mi dapat mengatur sebuah pusat kerja yang terfokus. Sebuah pusat kerja yang terfokus (focused work center) mengalihkan produksi dan yang memiliki tujuan umurn, yang merupakan fasilitas yang berorientasi pada proses menjadi sebuah sel kerja yang besar yang menjadi bagian dan pabrik yang ada sekarang. Jika pusat kerja yang terfokus berada dalam fasilitas yang terpisah, hal ini sering disebut sebagai pabrik yang terfokus (focused factory). Sebuah restoran cepat saji merupakan pabrik yang terfokus--kebanyakan restoran jenis ini dapat dikonfigurasi ulang untuk menyesuaikan diri pada bauran produk dan volume secara mudah. Sebagai contoh, Burger King, melakukan perubahan pada jumlah karyawan dan penugasan mereka, dan bukan memindahkan peralatan dan mesin. Dengan cana seperti ini perusahaan menyeimbangkan lini perakitan untuk memenuhi permintaan produksi yang berubah. Sebagai akibatnya, tata letak berubah berkali-kali dalam setiap hari.
BAB III
PENUTUP
1. SIMPULAN
Dari uraian diatas dapat diambil kesimpulan:
a. Tata letak memiliki banyak dampak strategis karena tata letak menentukan daya saing perusahaan dalam hal kapasitas, proses, fleksibilitas, dan biaya, serta kualitas lingkungan kerja, kontak pelanggan, dan citra perusahaan. Tata letak yang efektif dapat membantu organisasi mencapai sebuah strategi yang menunjang diferensiasi, biaya rendah, atau respons cepat.
b. Dalam semua kasus, desain tata letak harus mempertimbangkan bagaimana untuk dapat mencapai:
1. Utilisasi ruang, peralatan, dan orang yang lebih tinggi.
2. Aliran informasi, barang, atau orang yang lebih baik.
3. Moral karyawan yang lebih baik, juga kondisi lingkungan kerja yang lebih aman.
4. Interaksi dengan pelanggan yang lebih baik.
5. Fleksibilitas (bagaimanapun kondisi tata letak yang ada sekarang, tata letak tersebar akan perlu diubah).
c. Ada enam pendekatan tata letak:
1. Tata letak dengan posisi tetap
memenuhi persyaratan tata letak untuk proyek yang besar dan memakan tempat seperti proses pembuatan kapal laut dan gedung.
2. Tata letak yang berorientasi pada proses
berhubungan dengan produksi dengan volume rendah, dan bervariasi tinggi (juga disebut sebagai “job shop”, atau produksi terputus).
3. Tata letak kantor
menempatkan para pekerja, peralatan mereka, dan ruangan/kantor yang melancarkan aliran informasi.
4. Tata letak ritel
menempatkan rak-rak dan memberikan tanggapan atas perilaku pelanggan.
5. Tata letak gudang
melihat kelebihan dan kekurangan antara ruangan dan sistem penanganan bahan.
6. Tata letak yang berorientasi pada produk
mencari utilisasi karyawan dan mesin yang paling baik dalasn produksi yang
kontinu atau berulang.
e. Persyaratan produksi selular meliputi:
1. Identifikasi ke1iarga produk, sering kali dengan menggunakan kode teknologi kelornpok atau yang sejenisnya.
2. Tingkat pelatihan dan fleksibilitas karyawan yang ninggi.
3. Se! kerja dibangun pertama kali oleh dukungan staf, atau karyawan yang fleksibel dan
imajinatif.
4. Pengujian (poka-yoke) terdapat pada setiap stasiun dalam sel.
f. Sebuah pusat kerja yang terfokus (focused work center) mengalihkan produksi
dan yang memiliki tujuan umurn, yang merupakan fasilitas yang berorientasi pada
proses menjadi sebuah sel kerja yang besar yang menjadi bagian dan pabrik yang
ada sekarang.
Manajemen Operasi (Kelompok2) Arya Ce eS
TANTANGAN UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS
PENDAHULUAN
Dalam era kompetisi yang kian ketat saat ini, setiap organisasi bisnis dituntut untuk meningkatkan kinerjanya agar dapat memenangkan persaingan. Hal itu dapat dilakukan dengan cara mengurangi pengeluaran, melakukan inovasi proses dan produk, serta meningkatkan kualitas dan produktivitas. Keberhasilan perusahaan tidak sepenuhnya bergantung pada manajer dan manajemen perusahaan, tetapi juga pada tingkat keterlibatan karyawan terhadap aktivitas dan pencapaian tujuan perusahaan. Sumber daya manusia yang potensial dan berkualitas merupakan modal dasar organisasi yang akan mampu mengantarkan organisasi dalam mencapai tujuannya dengan sukses (Bain,1982)
Upaya menjaga kelangsungan hidup suatu perusahaan di samping dilakukan melalui strategi dan berbagai kebijaksanaan perusahaan dalam manajemen dan operasional perusahaan, faktor sumber daya manusia juga merupakan hal yang paling menentukan dalam meningkatkan efisiensi. Oleh karena itu, pegawai sebagai faktor modal bagi perusahaan, juga perlu dikembangkan seiring dengan usaha meningkatkan produktivitas dan efisiensi perusahaan harus mampu menemukan dan menerapkan kiat-kiat dan strategi baru yang mantap dalam menjalankan usahanya guna mempertahankan eksistensi dan keberadaannya agar tidak tenggelam dalam persaingan yang semakin ketat., dengan terus menerus melakukan penelitian (Walpole,1997)
Perusahaan dalam mencapai tujuannya tidak hanya ditentukan oleh bentuk susunan atau struktur perusahaan yang lengkap, melainkan juga dipengaruhi oleh faktor penempatan individu dalam posisi yang tepat sesuai dengan kemampuan dan keahlian yang dimilikinya (the right man on the right place), yang mana di antara semua individu tersebut merupakan suatu bentuk mitra kerja yang dapat menentukan berhasil atau tidaknya suatu aktivitas dalam perusahaan tersebut.
Dalam setiap organisasi, baik yang profit oriented maupun tidak, manusia sebagai faktor modal merupakan sumber daya yang sangat berperan dalam mencapai tujuan organisasi yang efisien dan efektif. Efisien dan efektifnya suatu organisasi sangat tergantung pada baik buruknya pengembangan sumber daya manusia dalam organisasi tersebut, mengingat sumber daya manusia merupakan salah satu faktor yang vital dalam organisasi. Maka dari itu sumber daya manusia perlu mendapat perhatian agar dapat dimanfaatkan secara optimal. Usaha untuk mencapai tujuan perusahaan dapat diwujudkan melalui peningkatan produktivitas kerja.
Produktivitas yang tinggi akan menciptakan efisiensi dalam kegiatan operasional perusahaan, yang mana tingkat produktivitas itu sendiri sangat dipengaruhi oleh kinerja pegawai perusahaan tersebut (Riggs,1982), namun kenyataan menunjukkan bahwa sumber daya manusia sebagai faktor produksi, yang merupakan modal atau input, masih perlu ditingkatkan lebih baik lagi, sehingga mampu mengantisipasi segala tantangan dan kendala dalam persaingan, yang mana upaya peningkatan dan pengembangan kemampuan sumber daya manusia tersebut dapat dilakukan melalui pembinaan, pengarahan dan pelatihan yang dilakukan secara berkesinambungan.
ISI
Proses pembuatan barang dan jasa memerlukan transformasi sumber daya menjadi barang dan jasa. Semakin efisien kita melakukan perubahan ini, kita menjadi semakin produktif dan nilai yang ditambahkan pada barang dan jasa yang dihasilkan menjadi lebih tinggi. Produktivitas (productivity) adalah perbandingan antara output (barang dan jasa) dibagi dengan input (sumber daya, seperti tenaga kerja dan modal) (lihat Gambar 1.7). Tugas manajer operasi meningkatkan perbandingan antara output dan input ini. Meningkatkan produktivitas berarti meningkatkan efisiensi.
Peningkatan produktivitas dapat dicapai dengan dua cara: pengurangan input saat output konstan, atau sebaliknya, peningkatan output di saat input konstan. Keduanya mencerminkan peningkatan produktivitas. Dari segi ekonomi, input adalah tenaga kerja, modal, dan manajemen, yang diintegrasikan dalam suatu sistem produksi. Manajemen menciptakan sistem produksi yang menghasilkan proses transformasi dan input menjadi output. Output adalah barang dan jasa, termasuk beragam jenis barang seperti senjata, mentega, sistem pendidikan, sistem peradilan yang lebih balk, dan arena bermain ski. Produksi adalah proses pembuatan barang dan jasa. Produksi yang tinggi bisa mencerminkan bahwa lebih banyak orang yang bekerja dan tingkat ketenagakerjaan tinggi (tingkat pengangguran rendah), tetapi belum tentu mencerminkan tingginya produktiuitas.
Sebuah rangkaian umpan balik yang efektif dapat mengevaluasi kinerja proses apakah sesuai dengan rencana atau standar. Rangkaian umpan balik ini juga mengevaluasi kepuasan pelanggan dan mengirimkan tanda bagi mereka yang mengendalikan input dan proses.
Pengukuran produktivitas adalah satu cara yang balk untuk mengevaluasi kemampuan sebuah negara untuk dapat memperbaiki standar hidup rakyatnya. Hanya dengan peningkatan produktivitas, standar hidup dapat diperbaiki. Lebih jauh, hanya dengan peningkatan produktivitas inilah, tenaga kerja, pemodal, dan manajemen bisa menerima penghasilan yang lebih besar. Jika tenaga kerja, modal, dan manajemen meningkat tanpa disertai dengan meningkatnva produktivitas, maka harga akan menjadi mahaL Di lain pihak, harga dipaksa turun saat produktivitas meningkat, karena lebih banyak produk dibuat, dengan sumber daya yang sama.
Keuntungan dari meningkatnya Produktivitas digambarkan dalam kotak "Penerapan MO", dengan judul "Meningkatkan Produktivitas pada Pool Kendaraan L.A.".
Selama lebih dari 100 tahun (mulai dari 1869 hingga 1973), Amerika dapat meningkatkan produktivitasnya dengan rata-rata 2,5°/o per tahun. Peningkatan ini menyebabkan Amerika bertambah kaya dua kali lipat dalam 30 tahun. Tetapi, dari 1973 hingga pertengahan 1990-an, Amerika Serikat tidak dapat mempertahankan peningkatan tersebut sehingga produktivitas menurun sekitar 1% per tahun. Hal ini merupakan bencana dan menjadi pemikiran nasional karena berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi. Bagaimanapun produktivitas Amerika saat ini membaik. Pada sektor manufaktur, walaupun porsinya pada ekonomi Amerika secara keseluruhan menurun, produktivitasnya meningkat melebihi 4% per tahun, dan pada sektor jasa, peningkatan terjadi sekitar 1%. Kombinasi ini mengakibatkan pertumbuhan produktivitas tahunan Amerika saat memasuki abad ke 21, kembali ke 2,5% secara keseluruhan.
Pengukuran Produktivitas
Pengukuran produktivitas dapat dilakukan secara sederhana. Contohnya adalah saat produktivitas bisa dihitung sebagai jam kerja per ton dari suatu jenis baja tertentu, atau sejalan dengan energi yang dibutuhkan untuk menghasilkan satu kilowatt listrik. Contohnya dapat diringkas dalam persamaan berikut:
Sebagai contoh, jika output yang dihasilkan = 1.000 dan jam kerja yang digunakan adalah 250, maka:
Penggunaan hanya satu sumber daya sebagai input untuk mengukur produktivitas sebagaimana di atas, dikenal sebagai produktivitas faktor tunggal (single factor productivity). Bagaimanapun, terdapat produktivitas multifaktor (multifactorproductivity), yang memasukkan semua input (tenaga kerja, material, energi, modal), yang juga dikenal sebagai produktivitas faktor total. Produktivitas multifaktor dihitung dengan mengkombinasikan input, sebagaimana berikut:
Produktivitas faktor tunggal menggambarkan perbandingan satu sumber daya (input) terhadap barang dan jasa yang dihasilkan (output). Produktivitas multifaktor menggambarkan perbandingan banyak atau seluruh sumber daya (input) terhadap barang dan jasa yang dihasilkan (output).
PENERAPAN MO
Peningkatan Produktivitas pada Pool Kendaraan di L.A.
Gubernur Los Angeles yang baru saja terpilih menghadapi banyak masalah. Salah satunya adalah banyaknya kendaraan sejumlah 21.000 buah yang menghabiskan dana dan sulitnya mendapatkan kendaraan. Dalam satu hari, terdapat 30% dari 900 truk sampah dan 11 % mobil polisi berada di bengkel. Termasuk dalam permasalahan adalah terlalu banyaknya kendaraan pada beberapa departemen, perusakan dan penyalahgunaan kendaraan, perbaikan yang salah, dan kendaraan yang tidak pernah dirawat. Pool kendaraan L.A. dan biaya perawatan sebesar $120 juta per tahun, membutuhkan peningkatan produktivitas.
Sang gubernur menerapkan tujuh inovasi manajemen operasi sederhana:
1) Para supir diubah menjadi anggota tim yang menolong anggota lain agar dapat memenuhi rutenya.
2) Truk ditempatkan pada tempat parkir yang spesifik, sehingga dapat ditemukan¬ dengan mudah setiap pagi.
3) Tekanan udara ban pada setiap truk diperiksa setiap malam untuk menghindari adanya ban kempes selama jam kerja.
4) Semua truk dikosongkan setiap malam untuk menghindari bahaya seperti adanya sisa puntung rokok yang dapat memicu kebakaran.
5) Standar penjemputan pelanggan diterap¬kan (hal ini saja menghemat $12 juta per tahun).
6) Departemen umum memasang sistem manajemem terkomputerisasi (untuk mencek penggunaan kendaraan dan meminta anggaran pada departemen).
7) Mekanik dipindahkan pada shift malam, jadi kendaraan tidak berada di bengkel selama jam kerja.
Sebagai hasil dari perubahan manajemen ini, departemen dapat menghemat 500 kendaraan; per¬sediaan komponen turun 20% yang berarti peng¬hematan $5,4 juta per tahun; dan truk sampah yang rusak berkurang dari 30% menjadi 18%.
Untuk membantu menghitung produktivitas multifaktor, input bisa dinotasikan dalam dolar atau rupiah dan dijumlahkan seperti pada Contoh.
Perhitungan produktivitas membantu manajer menilai seberapa baik mereka bekerja. Ukuran produktivitas multifaktor menyajikan informasi yang lebih baik dalam pertukaran antar faktor, tetapi terdapat beberapa masalah dalam perhitungan. Beberapa masalah ini adalah:
1. Kualitas dapat berubah walaupun kuantitas input dan output tetap. Bandingkan radio yang ada sekarang dengan yang ada di tahun 1940. Keduanya sama-sama radio, tetapi hanya sedikit orang yang menyangkal bahwa kualitasnya telah membaik. Satuan perhitungan-yakni radio-tetap sama, namun kualitasnya berbeda.
2. Unsur luar dapat menyebabkan peningkatan atau penurunan produktivitas pada sistem walaupun dengan cara tidak langsung. Jasa penyedia listrik yang andal dapat meningkatkan produksi, yang karenanya meningkatkan produktivitas perusahaan karena sistem pendukungnya, bukan karena keputusan manajerial yang dibuat perusahaan.
3. Kurang atau bahkan tidak ada satuan pengukuran yang. akurat. Tidak semua mobil membutuhkan input yang sama. Beberapa mobil berukuran kecil, sementara yang lainnya seperti Porsche jenis 911 Turbo.
Contoh:
Perusahaan Collins Title mempunya 4 karyawan, yang masing-masing bekerja 8 jam per hari (dengan upah $640 per hari) dan biaya overhead $400 per hari. Collins memproses dan menyelesaikan 8 judul setiap hari. Baru-baru ini perusahaan membeli sistem pencarian judul terkomputerisasi yang meningkatkan hasil hingga 14 judul per hari. Walaupun karyawan, jam kerja mereka dan upah tetap sama, biaya overhead sekarang $800 per hari.
Produktivitas telah meningkat dari 0,25 menjadi 0,4375. Perubahannya adalah 0,4375/0,25 = 1,75 atau sebesar 75% kenaikan pada produktivitas tenaga kerja. Produktiviras multifakror telah meningkat dari 0,0077 menjadi 0,0097. Perubahan ini adalah sebesar 0,009-/0,0077 = 1,259 atau sebesar 25,9% kenaikan pada produktivitas multifaktor.
Perhitungan produktivitas sulit dilakukan di sektor jasa, di mana produk akhir sulit untuk didefinisikan. Sebagal contoh, kualitas potongan rambut Anda, hasil akhir suatu kasus persidangan, atau jasa pada toko eceran, semuanya diabaikan dalam data ekonomi. Pada beberapa kasus, penyesuaian dilakukan pada kualitas produk yang dijual, bukan pada kualitas kinerja penjualan atau pilihan produk yang lebih banyak. Perhitungan produktivitas mempunyai input dan output yang spesifik, sementara ekonomi bebas memproduksi apa yang diinginkan orang. Orang mungkin menginginkan produk yang didesain khusus, yang juga memiliki kenyamanan, kecepatan, dan keamanan. Perhitungan tradisional dari input dan output mungkin merupakan perhitungan yang tidak tepat bagi faktor-faktor inii. Perhatikan bahwa masalah pengukuran kualiras pada sebuah kantor hukum, di mana setiap kasus berbeda, mengubah keakuratan pengukuran sebagai "kasus per jam kerja" atau "kasus per karyawan".
Variabel Produktivitas
peningkatan produktivitas bergantung pada tiga variabel produktivitas (productivity variable):
1. Tenaga kerja, berkontribusi sekitar 10% dari peningkatan tahunan.
2. Modal, berkontribusi sekitar 38% dari peningkatan tahunan.
3. Manajernen, berkontribusi sekitar 52% dari peningkatan tahunan.
Tiga faktor ini sangat penting dalam memperbaiki produktivitas. Mereka mewakili cakupan yang lebih luas di mana manajer bisa mengambil tindakan untuk memperbaiki produktivitas.
1. Tenaga kerja
Peningkatan kontribusi tenaga kerja pada produktivitas disebabkan tenaga kerja yang lebih sehat, lebih berpendidikan, dan bergizi baik. Peningkatan ini dapat juga dikaitkan pada pendeknya hari kerja. Sejarahnya, sekitar 10% peningkatan produktivitas tahunan dikaitkan dengan adanva peningkatan kualitas tenaga kerja. Tiga variabel pokok yang dapat meningkatkan produktivitas tenaga kerja adalah:
1. Pendidikan dasar yang sesuai bagi tenaga kerja yang efektif.
2. Pengetatan angka tenaga kerja.
3. Biaya sosial yang membuat tenaga kerja tersedia, seperti transportasi dan sanitasi.
Di negara berkembang, tantangan keempat bagi manajemen adalah mempertahankan dan meningkatkan keterampzlan tenaga kerja di tengah perubahan teknologi dan ilmu pengetahuan yang sangar cepat. Dari data yang ada, digambarkan bahwa rata-rata remaja Amerika yang berumur 17 tahun, mengerti matematika jauh lebih sedikit dibandingkan rata-rata remaja Jepang yang berumur sama, dan sekitar setengah dari remaja Amerika ridak dapat menjawab pertanyaan pada Gambar 1.8. Lebih dari 38% pelamar pekerjaan di Amerika saat dites, mempunyai kemampuan dasar membaca, menulis, dan matematika yang sangat kurang.
Mengatasi rendahnya kualitas tenaga kerja, pada saat negara lain mempunyai tenaga kerja yang lebih baik merupakan tantangan yang berat. Mungkin perbaikan tidak hanya dilakukan melalui Peningkatan kemampuan tenaga kerja, tetapi juga melalui unsur kelima, tenaga kerja dengan komitmen yang lebih kuat. Pelatihan, motivasi, pembentukan tim, dan strategi sumber dava manusia, juga perbaikan pendidikan, dan teknik lain yang dapat meningkatkan produktivitas pekerja, sama seperti pendidikan yang lebih balk boleh jadi merupakan salah satu cara meningkatkan produktivitas tenaga kerja. Peningkatan produktivitas sangat mungkin terjadi, walaupun hal tersebut sulit dan mahal.
2. Modal
Manusia merupakan makhluk hidup yang mempergunakan alat. Investasi modal merupakan salah satu alat tersebut. Investasi di Amerika meningkat setiap tahun kecuali selam beberapa tahun dalam kondisi resesi yang parah. Investasi modal tahunan di Amerika meningkat pada tingkat pertumbuhan 1,5% setelah penyisihan depresiasi.
Inflasi dan pajak meningkatkan modal, membuat investasi menjadi mahal. Saat modal yang diinvestasikan per pekerja menurun, produktivitas juga menurun. Menggunakan lebih banyak tenaga kerja dari pada modal dapat mengurangi tingkat.pengangguran jangka pendek, namun membuat ekonomi menjadi tidak produktif dan mendorong upah minimum pekerja menjadi lebih rendah pada jangka panjang. Investasi modal sering merupakan kebutuhan, tetapi lebih sering tidak cukup untuk meningkatkan produktivitas.
Pertukaran antara modal dan tenaga kerja selalu berubah. Semakin tinggi tingkat suku bunga semakin banyak proyek yang membutuhkan modal besar "tersingkir" karena tingkat pengembalian investasi semakin kecil. Manajer menyesuaikan rencana investasi dengan perubahan modal.
3. Manajemen
Manajemen merupakan faktor produksi dan sumber daya ekonomi. Manajemen bertanggung jawab untuk memastikan tenaga kerja dan modal digunakan secara efektif untuk meningkatkan produktivitas. Manajemen bertanggung jawab pada lebih dari separuh peningkatan produktivitas tahunan. Termasuk di dalamnya, peningkatan yang didapatkan melalui penerapan teknologi dan penggunaan ilmu pengetahuan.
Penerapan teknologi dan ilmu pengetahuan memerlukan pelatihan dan pendidikan. Pendidikan akan selalu menjadi hal yang penting, yang menghabiskan biaya besar pada masyarakat maju Masyarakat pasca industri adalah masyarakat berbasis teknologi yang membutuhkan pelatihan pendidikan, dan pengetahuan. Karena itu juga, mereka disebut sebagai masyarakat yang terdidik. Masyarakat terdidik (knowledge society) adalah masyarakat dengan tenaga kerja yang telah berpindah, dari pekerjaan kasar ke pekerjaan yang berbasis teknologi dan informasi, yang tentunya memerlukan pendidikan dan pengetahuan. Manajer operasi yang efektif, membangun tenaga kerja dan organisasi yang membutuhkan pendidikan dan pengetahuan. Mereka memastikan bahwa teknologi, pendidikan dan pengetahuan digunakan secara efektif
Penggunaan modal yang lebih efektif, sebagai lawan dari investasi modal tambahan, juga penting. Manajer, sebagai orang yang mempercepat proses produktivitas, bertanggung jawab dalam mengadakan perbaikan pada produktivitas modal dengan kendala yang ada. Produktivitas pada masyarakat terdidik membutuhkan manajer yang terbiasa dengan teknologi dan ilmu manajemen.
Tantangan produktivitas sangat berat. Sebuah Negara tidak akan bisa menjadi pesaing kelas dunia dengan input kelas dua seperti tenaga kerja yang kurang terdidik, modal yang tidak cukup dan teknologi yang usang. Produktivitas yang tinggi dan kualitas output yang tinggi, membutuhkan input yang juga berkualitas tinggi.
Produktivitas dan Sektor Jasa
Sektor jasa mempunyai tantangan khusus dalam proses pengukuran produktivitas secara akurat dalam peningkatan produktivitas. Kerangka analisis tradisional dari teori ekonomi hanya berlandaskan pada aktivitas penghasil barang. Karenanya, banyak data ekonomi yang dipublikasikan berkaitan dengan produksi barang. Bagaimanapun hasil penelitian menunjukkan meskipun ekonomi jasa sementara ini meningkat, kita mempunyai pertumbuhan produktivitas yang lebih lambat.
Produktivitas di sektor jasa terbukti sulit untuk ditingkatkan karena pekerjaan di sektor jasa:
1. Biasanya membutuhkan tenaga kerja secara banyak (contoh: konseling, mengajar).
2. Biasanya diproses secara individu (contoh: konseling investasi).
3. Sering merupakan tugas intelektual yang dilakukan oleh seorang profesional (contoh : diagnosa kesehatan).
4. Sering sulit untuk dimekanisasi dan diotomatisasi (contoh: potong rambut).
5. Kualitasnya sulit untuk dievaluasi (contoh : kinerja perusahaan konsultan hukum).
Semakin intelektual dan pribadi suatu pekerjaan, maka semakin sulit pula mencapai peningkatan produktivitas. Peningkatan produktivitas yang rendah dalam sektor jasa dikaitkan dengan peningkatan aktivitas yang rendah produktivitasnya dalam sektor jasa. Termasuk di dalamnya aktivitas yang sebelumnya bukan merupakan bagian dari bisnis, seperti tempat penitipan anak, penyiapan makanan, pembersihan rumah, dan jasa binatu. Kegiatan ini telah dipindahkan keluar dari rumah dan masuk ke dalam ekonomi sejalan dengan semakin bertambahnya wanita yang terjun di dunia kerja. Aktivitas ini berdampak pada produktivitas rendah yang terukur pada sektor jasa, walaupun sesungguhnya produktivitas meningkat, karena aktivitas ini sekarang lebih efisien dari sebelumnya.
Bagaimanapun, terlepas dari kesulitan meningkatkan produktivitas di sektor jasa, sejumlah perbaikan telah dilakukan. Sebuah artikel baru-baru ini di Harvard Business Review menekankan konsep bahwa manajer dapat memperbaiki produktivitas di sektor jasa. Si penulis menyatakan bahwa "alasan utama mengapa tingkat pertumbuhan produktivitas terhenti di sektor jasa adalah manajemen". Dan mereka terkejut akan apa yang terjadi saat manajemen memberikan perhatian pada cara kerja yang seharusnya.
Walaupun bukti-bukti menunjukkan bahwa semua negara industri mempunyai masalah yang sama dengan produktivitas di sektor jasa, Amerika Serikat tetap menjadi pemimpin dunia dari segi produktivitas dan produkrivitas bidang jasa. Pada bidang eceran, produktivitas Amerika Serikat lebih baik dua kali lipat dibandingkan produktivitas Jepang, di mana hukum melindungi pemilik.
PENERAPAN MO
Taco Bell Menggunakan Produktivitas untuk Mengurangi Biaya
Taco Bell yang didirikan pada tahun 1962 oleh Glenn Bell, berusaha mendapatkan keunggulan kompetitif melalui biaya yang murah. Sebagaimana banyak perusahaan jasa lainnya, Taco Bell semakin bergantung pada fungsi operasinya untuk meningkatkan produktivitas dan mengurangi biaya.
Pertama, Taco Bell memperbaiki menu dan merancang makanan yang mudah disiapkan. Selanjutnya mengalihkan sebagian porsi persiapan makanan kepada pemasok yang bisa memproses makanan secara lebih efisien daripada restoran yang menyiapkan segala sesuatunya sendiri. Daging cincang dimasak terlebih dahulu sebelum datang, dan kemudian dipanaskan ulang, juga piring dimasukkan dalam kantung plastik dan direbus sebagai cara pembasmian kuman yang mudah. Begitu juga, tortilla datang sudah dalam keadaan digoreng, dan bawang bombay dalam keadaan dicincang. Tata letak yang efisien dan proses otomasi mengurangi waktu yang diperlukan untuk menyiapkan taco dan burrito sebanyak 8 detik. Kemajuan ini dikombinasikan dengan pelatihan dan pemberdayaan untuk meningkatkan efisiensi dari satu pengawas untuk lima restoran menjadi satu pengawas untuk tiga puluh atau lebih restoran.
Manajer operasi di Taco Bell berpendapat bahwa mereka telah mengurangi pekerja di toko sebanyak 15 jam per hari dan mengurangi ruang yang diperlukan hingga 50%. Hasilnya adalah sebuah toko yang bisa melayani dua kali lipat jumlah sebelumnya dengan sumber daya yang hanya separuhnya. Manajemen operasi yang efektif menyebabhan produktivitas meningkat, yang mendukung strategi biaya rendah pada Taco Bell. Taco Bell sekarang merupakan pemimpin makanan cepat saji biaya rendah yang memiliki 73% saham di pasar makan cepat saji di Mexico.
Toko dari supermarket diskon (discount chains). Industri telepon Amerika setidaknya dua kali lipat lebih produktif daripada Jerman. Sistim perbankan Amerika Serikat juga 33% lebih efisien dari sistem perbankan Jerman yang menerapkan sistem oligopoli. Walaupun demikian, karena produktivitas merupakan inti pekerjaan seorang manajer operasi, dan karena sektor jasa terlalu luas, kami mengkhususkan bagaimana meningkatkan produktivitas di sektor jasa.
PENDAHULUAN
Dalam era kompetisi yang kian ketat saat ini, setiap organisasi bisnis dituntut untuk meningkatkan kinerjanya agar dapat memenangkan persaingan. Hal itu dapat dilakukan dengan cara mengurangi pengeluaran, melakukan inovasi proses dan produk, serta meningkatkan kualitas dan produktivitas. Keberhasilan perusahaan tidak sepenuhnya bergantung pada manajer dan manajemen perusahaan, tetapi juga pada tingkat keterlibatan karyawan terhadap aktivitas dan pencapaian tujuan perusahaan. Sumber daya manusia yang potensial dan berkualitas merupakan modal dasar organisasi yang akan mampu mengantarkan organisasi dalam mencapai tujuannya dengan sukses (Bain,1982)
Upaya menjaga kelangsungan hidup suatu perusahaan di samping dilakukan melalui strategi dan berbagai kebijaksanaan perusahaan dalam manajemen dan operasional perusahaan, faktor sumber daya manusia juga merupakan hal yang paling menentukan dalam meningkatkan efisiensi. Oleh karena itu, pegawai sebagai faktor modal bagi perusahaan, juga perlu dikembangkan seiring dengan usaha meningkatkan produktivitas dan efisiensi perusahaan harus mampu menemukan dan menerapkan kiat-kiat dan strategi baru yang mantap dalam menjalankan usahanya guna mempertahankan eksistensi dan keberadaannya agar tidak tenggelam dalam persaingan yang semakin ketat., dengan terus menerus melakukan penelitian (Walpole,1997)
Perusahaan dalam mencapai tujuannya tidak hanya ditentukan oleh bentuk susunan atau struktur perusahaan yang lengkap, melainkan juga dipengaruhi oleh faktor penempatan individu dalam posisi yang tepat sesuai dengan kemampuan dan keahlian yang dimilikinya (the right man on the right place), yang mana di antara semua individu tersebut merupakan suatu bentuk mitra kerja yang dapat menentukan berhasil atau tidaknya suatu aktivitas dalam perusahaan tersebut.
Dalam setiap organisasi, baik yang profit oriented maupun tidak, manusia sebagai faktor modal merupakan sumber daya yang sangat berperan dalam mencapai tujuan organisasi yang efisien dan efektif. Efisien dan efektifnya suatu organisasi sangat tergantung pada baik buruknya pengembangan sumber daya manusia dalam organisasi tersebut, mengingat sumber daya manusia merupakan salah satu faktor yang vital dalam organisasi. Maka dari itu sumber daya manusia perlu mendapat perhatian agar dapat dimanfaatkan secara optimal. Usaha untuk mencapai tujuan perusahaan dapat diwujudkan melalui peningkatan produktivitas kerja.
Produktivitas yang tinggi akan menciptakan efisiensi dalam kegiatan operasional perusahaan, yang mana tingkat produktivitas itu sendiri sangat dipengaruhi oleh kinerja pegawai perusahaan tersebut (Riggs,1982), namun kenyataan menunjukkan bahwa sumber daya manusia sebagai faktor produksi, yang merupakan modal atau input, masih perlu ditingkatkan lebih baik lagi, sehingga mampu mengantisipasi segala tantangan dan kendala dalam persaingan, yang mana upaya peningkatan dan pengembangan kemampuan sumber daya manusia tersebut dapat dilakukan melalui pembinaan, pengarahan dan pelatihan yang dilakukan secara berkesinambungan.
ISI
Proses pembuatan barang dan jasa memerlukan transformasi sumber daya menjadi barang dan jasa. Semakin efisien kita melakukan perubahan ini, kita menjadi semakin produktif dan nilai yang ditambahkan pada barang dan jasa yang dihasilkan menjadi lebih tinggi. Produktivitas (productivity) adalah perbandingan antara output (barang dan jasa) dibagi dengan input (sumber daya, seperti tenaga kerja dan modal) (lihat Gambar 1.7). Tugas manajer operasi meningkatkan perbandingan antara output dan input ini. Meningkatkan produktivitas berarti meningkatkan efisiensi.
Peningkatan produktivitas dapat dicapai dengan dua cara: pengurangan input saat output konstan, atau sebaliknya, peningkatan output di saat input konstan. Keduanya mencerminkan peningkatan produktivitas. Dari segi ekonomi, input adalah tenaga kerja, modal, dan manajemen, yang diintegrasikan dalam suatu sistem produksi. Manajemen menciptakan sistem produksi yang menghasilkan proses transformasi dan input menjadi output. Output adalah barang dan jasa, termasuk beragam jenis barang seperti senjata, mentega, sistem pendidikan, sistem peradilan yang lebih balk, dan arena bermain ski. Produksi adalah proses pembuatan barang dan jasa. Produksi yang tinggi bisa mencerminkan bahwa lebih banyak orang yang bekerja dan tingkat ketenagakerjaan tinggi (tingkat pengangguran rendah), tetapi belum tentu mencerminkan tingginya produktiuitas.
Sebuah rangkaian umpan balik yang efektif dapat mengevaluasi kinerja proses apakah sesuai dengan rencana atau standar. Rangkaian umpan balik ini juga mengevaluasi kepuasan pelanggan dan mengirimkan tanda bagi mereka yang mengendalikan input dan proses.
Pengukuran produktivitas adalah satu cara yang balk untuk mengevaluasi kemampuan sebuah negara untuk dapat memperbaiki standar hidup rakyatnya. Hanya dengan peningkatan produktivitas, standar hidup dapat diperbaiki. Lebih jauh, hanya dengan peningkatan produktivitas inilah, tenaga kerja, pemodal, dan manajemen bisa menerima penghasilan yang lebih besar. Jika tenaga kerja, modal, dan manajemen meningkat tanpa disertai dengan meningkatnva produktivitas, maka harga akan menjadi mahaL Di lain pihak, harga dipaksa turun saat produktivitas meningkat, karena lebih banyak produk dibuat, dengan sumber daya yang sama.
Keuntungan dari meningkatnya Produktivitas digambarkan dalam kotak "Penerapan MO", dengan judul "Meningkatkan Produktivitas pada Pool Kendaraan L.A.".
Selama lebih dari 100 tahun (mulai dari 1869 hingga 1973), Amerika dapat meningkatkan produktivitasnya dengan rata-rata 2,5°/o per tahun. Peningkatan ini menyebabkan Amerika bertambah kaya dua kali lipat dalam 30 tahun. Tetapi, dari 1973 hingga pertengahan 1990-an, Amerika Serikat tidak dapat mempertahankan peningkatan tersebut sehingga produktivitas menurun sekitar 1% per tahun. Hal ini merupakan bencana dan menjadi pemikiran nasional karena berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi. Bagaimanapun produktivitas Amerika saat ini membaik. Pada sektor manufaktur, walaupun porsinya pada ekonomi Amerika secara keseluruhan menurun, produktivitasnya meningkat melebihi 4% per tahun, dan pada sektor jasa, peningkatan terjadi sekitar 1%. Kombinasi ini mengakibatkan pertumbuhan produktivitas tahunan Amerika saat memasuki abad ke 21, kembali ke 2,5% secara keseluruhan.
Pengukuran Produktivitas
Pengukuran produktivitas dapat dilakukan secara sederhana. Contohnya adalah saat produktivitas bisa dihitung sebagai jam kerja per ton dari suatu jenis baja tertentu, atau sejalan dengan energi yang dibutuhkan untuk menghasilkan satu kilowatt listrik. Contohnya dapat diringkas dalam persamaan berikut:
Sebagai contoh, jika output yang dihasilkan = 1.000 dan jam kerja yang digunakan adalah 250, maka:
Penggunaan hanya satu sumber daya sebagai input untuk mengukur produktivitas sebagaimana di atas, dikenal sebagai produktivitas faktor tunggal (single factor productivity). Bagaimanapun, terdapat produktivitas multifaktor (multifactorproductivity), yang memasukkan semua input (tenaga kerja, material, energi, modal), yang juga dikenal sebagai produktivitas faktor total. Produktivitas multifaktor dihitung dengan mengkombinasikan input, sebagaimana berikut:
Produktivitas faktor tunggal menggambarkan perbandingan satu sumber daya (input) terhadap barang dan jasa yang dihasilkan (output). Produktivitas multifaktor menggambarkan perbandingan banyak atau seluruh sumber daya (input) terhadap barang dan jasa yang dihasilkan (output).
PENERAPAN MO
Peningkatan Produktivitas pada Pool Kendaraan di L.A.
Gubernur Los Angeles yang baru saja terpilih menghadapi banyak masalah. Salah satunya adalah banyaknya kendaraan sejumlah 21.000 buah yang menghabiskan dana dan sulitnya mendapatkan kendaraan. Dalam satu hari, terdapat 30% dari 900 truk sampah dan 11 % mobil polisi berada di bengkel. Termasuk dalam permasalahan adalah terlalu banyaknya kendaraan pada beberapa departemen, perusakan dan penyalahgunaan kendaraan, perbaikan yang salah, dan kendaraan yang tidak pernah dirawat. Pool kendaraan L.A. dan biaya perawatan sebesar $120 juta per tahun, membutuhkan peningkatan produktivitas.
Sang gubernur menerapkan tujuh inovasi manajemen operasi sederhana:
1) Para supir diubah menjadi anggota tim yang menolong anggota lain agar dapat memenuhi rutenya.
2) Truk ditempatkan pada tempat parkir yang spesifik, sehingga dapat ditemukan¬ dengan mudah setiap pagi.
3) Tekanan udara ban pada setiap truk diperiksa setiap malam untuk menghindari adanya ban kempes selama jam kerja.
4) Semua truk dikosongkan setiap malam untuk menghindari bahaya seperti adanya sisa puntung rokok yang dapat memicu kebakaran.
5) Standar penjemputan pelanggan diterap¬kan (hal ini saja menghemat $12 juta per tahun).
6) Departemen umum memasang sistem manajemem terkomputerisasi (untuk mencek penggunaan kendaraan dan meminta anggaran pada departemen).
7) Mekanik dipindahkan pada shift malam, jadi kendaraan tidak berada di bengkel selama jam kerja.
Sebagai hasil dari perubahan manajemen ini, departemen dapat menghemat 500 kendaraan; per¬sediaan komponen turun 20% yang berarti peng¬hematan $5,4 juta per tahun; dan truk sampah yang rusak berkurang dari 30% menjadi 18%.
Untuk membantu menghitung produktivitas multifaktor, input bisa dinotasikan dalam dolar atau rupiah dan dijumlahkan seperti pada Contoh.
Perhitungan produktivitas membantu manajer menilai seberapa baik mereka bekerja. Ukuran produktivitas multifaktor menyajikan informasi yang lebih baik dalam pertukaran antar faktor, tetapi terdapat beberapa masalah dalam perhitungan. Beberapa masalah ini adalah:
1. Kualitas dapat berubah walaupun kuantitas input dan output tetap. Bandingkan radio yang ada sekarang dengan yang ada di tahun 1940. Keduanya sama-sama radio, tetapi hanya sedikit orang yang menyangkal bahwa kualitasnya telah membaik. Satuan perhitungan-yakni radio-tetap sama, namun kualitasnya berbeda.
2. Unsur luar dapat menyebabkan peningkatan atau penurunan produktivitas pada sistem walaupun dengan cara tidak langsung. Jasa penyedia listrik yang andal dapat meningkatkan produksi, yang karenanya meningkatkan produktivitas perusahaan karena sistem pendukungnya, bukan karena keputusan manajerial yang dibuat perusahaan.
3. Kurang atau bahkan tidak ada satuan pengukuran yang. akurat. Tidak semua mobil membutuhkan input yang sama. Beberapa mobil berukuran kecil, sementara yang lainnya seperti Porsche jenis 911 Turbo.
Contoh:
Perusahaan Collins Title mempunya 4 karyawan, yang masing-masing bekerja 8 jam per hari (dengan upah $640 per hari) dan biaya overhead $400 per hari. Collins memproses dan menyelesaikan 8 judul setiap hari. Baru-baru ini perusahaan membeli sistem pencarian judul terkomputerisasi yang meningkatkan hasil hingga 14 judul per hari. Walaupun karyawan, jam kerja mereka dan upah tetap sama, biaya overhead sekarang $800 per hari.
Produktivitas telah meningkat dari 0,25 menjadi 0,4375. Perubahannya adalah 0,4375/0,25 = 1,75 atau sebesar 75% kenaikan pada produktivitas tenaga kerja. Produktiviras multifakror telah meningkat dari 0,0077 menjadi 0,0097. Perubahan ini adalah sebesar 0,009-/0,0077 = 1,259 atau sebesar 25,9% kenaikan pada produktivitas multifaktor.
Perhitungan produktivitas sulit dilakukan di sektor jasa, di mana produk akhir sulit untuk didefinisikan. Sebagal contoh, kualitas potongan rambut Anda, hasil akhir suatu kasus persidangan, atau jasa pada toko eceran, semuanya diabaikan dalam data ekonomi. Pada beberapa kasus, penyesuaian dilakukan pada kualitas produk yang dijual, bukan pada kualitas kinerja penjualan atau pilihan produk yang lebih banyak. Perhitungan produktivitas mempunyai input dan output yang spesifik, sementara ekonomi bebas memproduksi apa yang diinginkan orang. Orang mungkin menginginkan produk yang didesain khusus, yang juga memiliki kenyamanan, kecepatan, dan keamanan. Perhitungan tradisional dari input dan output mungkin merupakan perhitungan yang tidak tepat bagi faktor-faktor inii. Perhatikan bahwa masalah pengukuran kualiras pada sebuah kantor hukum, di mana setiap kasus berbeda, mengubah keakuratan pengukuran sebagai "kasus per jam kerja" atau "kasus per karyawan".
Variabel Produktivitas
peningkatan produktivitas bergantung pada tiga variabel produktivitas (productivity variable):
1. Tenaga kerja, berkontribusi sekitar 10% dari peningkatan tahunan.
2. Modal, berkontribusi sekitar 38% dari peningkatan tahunan.
3. Manajernen, berkontribusi sekitar 52% dari peningkatan tahunan.
Tiga faktor ini sangat penting dalam memperbaiki produktivitas. Mereka mewakili cakupan yang lebih luas di mana manajer bisa mengambil tindakan untuk memperbaiki produktivitas.
1. Tenaga kerja
Peningkatan kontribusi tenaga kerja pada produktivitas disebabkan tenaga kerja yang lebih sehat, lebih berpendidikan, dan bergizi baik. Peningkatan ini dapat juga dikaitkan pada pendeknya hari kerja. Sejarahnya, sekitar 10% peningkatan produktivitas tahunan dikaitkan dengan adanva peningkatan kualitas tenaga kerja. Tiga variabel pokok yang dapat meningkatkan produktivitas tenaga kerja adalah:
1. Pendidikan dasar yang sesuai bagi tenaga kerja yang efektif.
2. Pengetatan angka tenaga kerja.
3. Biaya sosial yang membuat tenaga kerja tersedia, seperti transportasi dan sanitasi.
Di negara berkembang, tantangan keempat bagi manajemen adalah mempertahankan dan meningkatkan keterampzlan tenaga kerja di tengah perubahan teknologi dan ilmu pengetahuan yang sangar cepat. Dari data yang ada, digambarkan bahwa rata-rata remaja Amerika yang berumur 17 tahun, mengerti matematika jauh lebih sedikit dibandingkan rata-rata remaja Jepang yang berumur sama, dan sekitar setengah dari remaja Amerika ridak dapat menjawab pertanyaan pada Gambar 1.8. Lebih dari 38% pelamar pekerjaan di Amerika saat dites, mempunyai kemampuan dasar membaca, menulis, dan matematika yang sangat kurang.
Mengatasi rendahnya kualitas tenaga kerja, pada saat negara lain mempunyai tenaga kerja yang lebih baik merupakan tantangan yang berat. Mungkin perbaikan tidak hanya dilakukan melalui Peningkatan kemampuan tenaga kerja, tetapi juga melalui unsur kelima, tenaga kerja dengan komitmen yang lebih kuat. Pelatihan, motivasi, pembentukan tim, dan strategi sumber dava manusia, juga perbaikan pendidikan, dan teknik lain yang dapat meningkatkan produktivitas pekerja, sama seperti pendidikan yang lebih balk boleh jadi merupakan salah satu cara meningkatkan produktivitas tenaga kerja. Peningkatan produktivitas sangat mungkin terjadi, walaupun hal tersebut sulit dan mahal.
2. Modal
Manusia merupakan makhluk hidup yang mempergunakan alat. Investasi modal merupakan salah satu alat tersebut. Investasi di Amerika meningkat setiap tahun kecuali selam beberapa tahun dalam kondisi resesi yang parah. Investasi modal tahunan di Amerika meningkat pada tingkat pertumbuhan 1,5% setelah penyisihan depresiasi.
Inflasi dan pajak meningkatkan modal, membuat investasi menjadi mahal. Saat modal yang diinvestasikan per pekerja menurun, produktivitas juga menurun. Menggunakan lebih banyak tenaga kerja dari pada modal dapat mengurangi tingkat.pengangguran jangka pendek, namun membuat ekonomi menjadi tidak produktif dan mendorong upah minimum pekerja menjadi lebih rendah pada jangka panjang. Investasi modal sering merupakan kebutuhan, tetapi lebih sering tidak cukup untuk meningkatkan produktivitas.
Pertukaran antara modal dan tenaga kerja selalu berubah. Semakin tinggi tingkat suku bunga semakin banyak proyek yang membutuhkan modal besar "tersingkir" karena tingkat pengembalian investasi semakin kecil. Manajer menyesuaikan rencana investasi dengan perubahan modal.
3. Manajemen
Manajemen merupakan faktor produksi dan sumber daya ekonomi. Manajemen bertanggung jawab untuk memastikan tenaga kerja dan modal digunakan secara efektif untuk meningkatkan produktivitas. Manajemen bertanggung jawab pada lebih dari separuh peningkatan produktivitas tahunan. Termasuk di dalamnya, peningkatan yang didapatkan melalui penerapan teknologi dan penggunaan ilmu pengetahuan.
Penerapan teknologi dan ilmu pengetahuan memerlukan pelatihan dan pendidikan. Pendidikan akan selalu menjadi hal yang penting, yang menghabiskan biaya besar pada masyarakat maju Masyarakat pasca industri adalah masyarakat berbasis teknologi yang membutuhkan pelatihan pendidikan, dan pengetahuan. Karena itu juga, mereka disebut sebagai masyarakat yang terdidik. Masyarakat terdidik (knowledge society) adalah masyarakat dengan tenaga kerja yang telah berpindah, dari pekerjaan kasar ke pekerjaan yang berbasis teknologi dan informasi, yang tentunya memerlukan pendidikan dan pengetahuan. Manajer operasi yang efektif, membangun tenaga kerja dan organisasi yang membutuhkan pendidikan dan pengetahuan. Mereka memastikan bahwa teknologi, pendidikan dan pengetahuan digunakan secara efektif
Penggunaan modal yang lebih efektif, sebagai lawan dari investasi modal tambahan, juga penting. Manajer, sebagai orang yang mempercepat proses produktivitas, bertanggung jawab dalam mengadakan perbaikan pada produktivitas modal dengan kendala yang ada. Produktivitas pada masyarakat terdidik membutuhkan manajer yang terbiasa dengan teknologi dan ilmu manajemen.
Tantangan produktivitas sangat berat. Sebuah Negara tidak akan bisa menjadi pesaing kelas dunia dengan input kelas dua seperti tenaga kerja yang kurang terdidik, modal yang tidak cukup dan teknologi yang usang. Produktivitas yang tinggi dan kualitas output yang tinggi, membutuhkan input yang juga berkualitas tinggi.
Produktivitas dan Sektor Jasa
Sektor jasa mempunyai tantangan khusus dalam proses pengukuran produktivitas secara akurat dalam peningkatan produktivitas. Kerangka analisis tradisional dari teori ekonomi hanya berlandaskan pada aktivitas penghasil barang. Karenanya, banyak data ekonomi yang dipublikasikan berkaitan dengan produksi barang. Bagaimanapun hasil penelitian menunjukkan meskipun ekonomi jasa sementara ini meningkat, kita mempunyai pertumbuhan produktivitas yang lebih lambat.
Produktivitas di sektor jasa terbukti sulit untuk ditingkatkan karena pekerjaan di sektor jasa:
1. Biasanya membutuhkan tenaga kerja secara banyak (contoh: konseling, mengajar).
2. Biasanya diproses secara individu (contoh: konseling investasi).
3. Sering merupakan tugas intelektual yang dilakukan oleh seorang profesional (contoh : diagnosa kesehatan).
4. Sering sulit untuk dimekanisasi dan diotomatisasi (contoh: potong rambut).
5. Kualitasnya sulit untuk dievaluasi (contoh : kinerja perusahaan konsultan hukum).
Semakin intelektual dan pribadi suatu pekerjaan, maka semakin sulit pula mencapai peningkatan produktivitas. Peningkatan produktivitas yang rendah dalam sektor jasa dikaitkan dengan peningkatan aktivitas yang rendah produktivitasnya dalam sektor jasa. Termasuk di dalamnya aktivitas yang sebelumnya bukan merupakan bagian dari bisnis, seperti tempat penitipan anak, penyiapan makanan, pembersihan rumah, dan jasa binatu. Kegiatan ini telah dipindahkan keluar dari rumah dan masuk ke dalam ekonomi sejalan dengan semakin bertambahnya wanita yang terjun di dunia kerja. Aktivitas ini berdampak pada produktivitas rendah yang terukur pada sektor jasa, walaupun sesungguhnya produktivitas meningkat, karena aktivitas ini sekarang lebih efisien dari sebelumnya.
Bagaimanapun, terlepas dari kesulitan meningkatkan produktivitas di sektor jasa, sejumlah perbaikan telah dilakukan. Sebuah artikel baru-baru ini di Harvard Business Review menekankan konsep bahwa manajer dapat memperbaiki produktivitas di sektor jasa. Si penulis menyatakan bahwa "alasan utama mengapa tingkat pertumbuhan produktivitas terhenti di sektor jasa adalah manajemen". Dan mereka terkejut akan apa yang terjadi saat manajemen memberikan perhatian pada cara kerja yang seharusnya.
Walaupun bukti-bukti menunjukkan bahwa semua negara industri mempunyai masalah yang sama dengan produktivitas di sektor jasa, Amerika Serikat tetap menjadi pemimpin dunia dari segi produktivitas dan produkrivitas bidang jasa. Pada bidang eceran, produktivitas Amerika Serikat lebih baik dua kali lipat dibandingkan produktivitas Jepang, di mana hukum melindungi pemilik.
PENERAPAN MO
Taco Bell Menggunakan Produktivitas untuk Mengurangi Biaya
Taco Bell yang didirikan pada tahun 1962 oleh Glenn Bell, berusaha mendapatkan keunggulan kompetitif melalui biaya yang murah. Sebagaimana banyak perusahaan jasa lainnya, Taco Bell semakin bergantung pada fungsi operasinya untuk meningkatkan produktivitas dan mengurangi biaya.
Pertama, Taco Bell memperbaiki menu dan merancang makanan yang mudah disiapkan. Selanjutnya mengalihkan sebagian porsi persiapan makanan kepada pemasok yang bisa memproses makanan secara lebih efisien daripada restoran yang menyiapkan segala sesuatunya sendiri. Daging cincang dimasak terlebih dahulu sebelum datang, dan kemudian dipanaskan ulang, juga piring dimasukkan dalam kantung plastik dan direbus sebagai cara pembasmian kuman yang mudah. Begitu juga, tortilla datang sudah dalam keadaan digoreng, dan bawang bombay dalam keadaan dicincang. Tata letak yang efisien dan proses otomasi mengurangi waktu yang diperlukan untuk menyiapkan taco dan burrito sebanyak 8 detik. Kemajuan ini dikombinasikan dengan pelatihan dan pemberdayaan untuk meningkatkan efisiensi dari satu pengawas untuk lima restoran menjadi satu pengawas untuk tiga puluh atau lebih restoran.
Manajer operasi di Taco Bell berpendapat bahwa mereka telah mengurangi pekerja di toko sebanyak 15 jam per hari dan mengurangi ruang yang diperlukan hingga 50%. Hasilnya adalah sebuah toko yang bisa melayani dua kali lipat jumlah sebelumnya dengan sumber daya yang hanya separuhnya. Manajemen operasi yang efektif menyebabhan produktivitas meningkat, yang mendukung strategi biaya rendah pada Taco Bell. Taco Bell sekarang merupakan pemimpin makanan cepat saji biaya rendah yang memiliki 73% saham di pasar makan cepat saji di Mexico.
Toko dari supermarket diskon (discount chains). Industri telepon Amerika setidaknya dua kali lipat lebih produktif daripada Jerman. Sistim perbankan Amerika Serikat juga 33% lebih efisien dari sistem perbankan Jerman yang menerapkan sistem oligopoli. Walaupun demikian, karena produktivitas merupakan inti pekerjaan seorang manajer operasi, dan karena sektor jasa terlalu luas, kami mengkhususkan bagaimana meningkatkan produktivitas di sektor jasa.
Manajemen Operasi (Kelompok5)Pak Dhe Ce Es
BAB I
PENDAHULUAN
Dalam suatu sistem manajemen, baik manajemen perusahaan secara keseluruhan yang mencakup segala aspek manajerial maupun manajemen produksi diperlukan berbagai strategi dan kiat agar pengelolaan sebuah perusahaan dapat sesuai dengan keinginan yang diharapkan. Hal mutlak dilakukan dalam rangka mempertahankan eksistansi perusahaan dan menjaga laba serta keuntungan ( profit gaining ). Suatu perusahaan, baik perusahaan yang bergerak dalam bidang manufaktur, jasa maupun kedua-duanya harus menempatkan manajer yang tepat serta menggunakan sistem manajemen yang tepat pula, seperti dalam teori ekonomi, “the right man in the right place”. Hal ini juga berarti bahwa manajemen yang menyangkut sistem produksi perlu diperhatikan. Kegagalan suatu perusahaan disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya kegagalan dalam menempatkan mekanisme manajemen, ketidakpekaan terhadap keinginan konsumen baik dalam desain suatu produk, harga dan lain-lain.
Desain produk menjadi hal yang penting dalam mempertahankan serta menjaga minat beli konsumen maupun pasar. Produk yang terkesan monoton dan tidak variatif akan menimbulkan kesan bosan kepada konsumen. Untuk itu, kepekaan suatu perusahaan dalam memahami keinginan konsumen harus selalu ditingkatkan. Desain produk yang variatif serta versi lanjutan ( sequel ) suatu produk dapat pula meningkatkan tingkat laba yang cukup signifikan bagi perusahaan. Hal ini dapat dijumpai pada perusahaan produksi otomotif, perusahaan bank dengan berbagai macam produknya, serta peningkatan pelayanan dengan jaringan internet terintegrasi ( online ), transaksi elektronik e-banking dll.
Manajemen operasi produksi juga mencakup aspek desain yang tangguh, kokoh dan awet, desain yang fleksibel, penggunaan teknologi informasi (computeries enhancement) dalam penggunaan mesin-mesin produksi, pemasaran dan perkenalan suatu produk sehingga desain dapat di share kan dengan pihak lain untuk mendapat tanggapan sebagai respon awal pasar dan konsumen. Seperti produk piranti lunak (software) yang dikenalkan dalam bentuk beta atau trial. Bahkan dalam perkembangannya, bentuk komunikasi verbal dapat digantikan dengan bentuk komunikasi gambar/ tampilan namun tetap mendapatkan tanggapan dari pengguna.
BAB II
ISI
1. Desain Yang Tangguh
Desain yang tangguh (robust design) berarti produk didesain sedemikian rupa sehingga sedikit bervariasi atau perakitan tidak berdampak banyak pada produk. Sebagai contoh, AT & T mengembangkan sebuah IC (integrated circuit) yang dapat digunakan pada banyak produk untuk memperkuat sinyal suara. Seperti telah didesain sebelumnya, IC harus diproduksi degan sangat tepat untuk menghindari adanya variasi kekuatan sinyal. Sebuah IC dapat menghabiskan banyak biaya karena dibutuhkan pengendalian kualitas yang ketat selama proses produksi. Setelah menguji dan menganalisis desain, insinyur AT & T menyadari bahwa jika resistansi IC dikurangi yang merupakan sebuah perubahan kecil tanpa biaya maka IC akan jauh kurang sensitive terhadap variasi pada proses produksi. Hasilnya adalah perbaikan kualitas sebesar 40 %.
2. Desain Modular
Produk yang didesain dalam komponen yang terbagi-bagi dikenal sebagai desain modular (modular design). Desain modular dapat juga dikatakan sebagai bagian atau komponen sebuah produk dibagi menjadi komponen yang dapat dengan mudah ditukar atau digantikan. Desain modular menawarkan fleksibilitas pada produksi dan pemasaran sehingga dapat memberikan kepuasan kepada pelanggan. Sebagai contohnya,harley-Davidson yang menggunakan relative sedikit mesin,gardan,tangki bensin,dan system suspensi berbeda,dipadukan untuk memproduksi berbagai variasi motor.
Konsep komponen pemilahan-pemilahan yang sama digunakan banyak industri,mulai dari produsen kerangka pesawat hingga restoran cepat saji untuk membuat variasi produksi. Contoh yang lain dapat dijumpai pada produk penjualan peripheral computer, gadget dll. Pada satu titik tertentu, desain modular juga berarti mencapai tingkat kepuasan konsumen sesuai dengan keinginan.
3. Computer-Aided Design (CAD)
Computer-Aided Design (CAD) adalah penggunaan sebuah computer secara interaktif untuk mengembangkan dan mendokumentasikan sebuah produk. Walaupun penggunaan dan variasi software CAD sangat luas,CAD secara umum masih digunakan untuk membuat gambaran kasar dan gambar tiga dimensi. Walaupun demikian,penggunaan CAD meluas dengan cepat. Software CAD menjadikan perancang menghemat waktu uang dengan memperpendek siklus pengembangan hampir semua produk. CAD secara efektif dan efisien serta hemat waktu dalam menggambarkan secara 3D, desain produk yang akan diproduksi dalam pencapaian target pasar. Satu perluasan dari CAD adalah software Design for Manufactur and Assembly (DFMA). DFMA adalah software yang memungkinkan perancang melihat dampak desain pada proses produksi pada suatu produk. CAD dapat juga menggambarkan produk dalam versi beta/ visual atau prototype.
Beberapa siatem CAD telah berpindah ke internet melalui e-commerce,dimana mereka menghubungkan desain berbasis computer dengan pembelian, outsourcing,produksi dan pemeliharaan jangka panjang. Dengan CAD di internet, pelanggan dapat memasukkan perpustakaan desain pemasok dan melakukan perubahan desain.
Gambar 3. Perancangan Desain dengan CID
Teknologi CAD didasarkan pada informasi desain produk elektronik dalam bentuk digital. Informasi digital telah terbukti sangat penting dan standar. Untuk penukaran telah dikembangkan dan dikenal sebagai Standar for the Exchange of Produk Data (STEP). STEP menyajikan sebuah format yang memungkinkan transmisi elektronik data tiga dimensi. STEP membuat produsen dapat menyatakan informasi produk tiga dimensi dalam sebuah format standar, sehingga data tersebut dapat dipertukarkan secara lebih luas (internasional), menjadikan jarak dan waktu bukan masalah yang besar bagi produsen dalam memadukan desain produksi dan proses pendukung.
4. Computer-Aided Manufacturing (CAM)
Produksi dengan bantuan computer (CAM) merujuk pada penggunaan program computer diterjemahkan menjadi perintah untuk CAM, hasil dari kedua teknologi ini disebut sebagai CAD/CAM. Atau dapat dikatakan CAM adalah penggunaan teknologi informasi untuk mengendalikan mesin.
Keuntungan dari CAD dan CAM adalah:
1. kualitas produk. CAD menjadikan perancang dapat meneliti lebih banyak alternative,kemungkinan masalah,dan bahaya yang mungkin terjadi.
2. waktu desain yang lebih pendek. Fase desain yang lebih pendek menyebabkan biaya menjadi lebih murah dan respon dipasaran juga meningkat.
3. penguraan biaya produksi. Pengurangan persediaan,penggunaan karyawan yang lebih efisien dengan jadwal yang lebih baik,serta penerapan perubahan desain yang lebih cepat,semua itu dapat mengurangi biaya.
4. ketersediaan data. Konsolidasi data produk yang akurat,sehingga semua orang beroperasi dengan informasi yang sama dapat menghasilkan pengurangan biaya yang sangat besar.
5. kemampuan baru. Sebagai contoh,kemampuan untuk memutar dan menggambarkan objek, memeriksa jarak ruangan, menghubungkan komponen dan tambahannya, serta memperbaiki penggunaan peralatan mesin yang dikendalikan secara numerik dalam bentuk tiga dimensi dengan cara menyajikan kemampuan produksi yang baru. System komputerisasi menghilangan cukup banyak pekerjaan rinci, sehingga perancang dapat berkosentrasi pada aspek konseptual dan imajinatif.
5. Teknologi Virtual Reality
Teknologi virtual reality merupakan bentuk komunikasi secara tampilan dimana gambar menggantikan benda aslinya, tetapi masih memungkinkan pengguna untuk menanggapi secara interaktif.
Hal ini menggambarkan bahwa ada bentuk komunikasi lain disamping komunkasi secara verbal. Saat informasi desain ada dalam sebuah system CAD, maka desain ini juga ada dalam bentuk digital elektronis untuk penggunaan lainnya. Sebagai contoh, menciptakan versi sebuah “mobil virtual” yang menggunakan proyektor video gantung untuk memproyeksikan gambar pada lantai diruangan yang kecil.setelah mengenakan kacamata khusus,baik perancang dan pelanggan melihat sebuah model tiga dimensi akan seperti apa isi mobil dengan desain baru tersebut. Virtual reality juga digunakan untuk mengembangkan tata letak tiga dimensi untuk semua hal mulai dari restoran hingga taman bermain.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Manajemen operasi menyangkut beberapa hal, diantaranya :
1. Ketepatan dalam penggunaan strategi manajemen, kepekaan terhadap keinginan konsumen dan pasar.
2. Pembuatan desain-desain produk baru yang inovatif dan kreatif.
3. Desain produk juga mencakup:
a) Desain yang tangguh : desain yang dapat diproduksi sesuai dengan permintaan, walaupun pada kondisi yang tidak memadai pada proses produksi.
b) Desain modular/ fleksibel : bagian atau komponen sebuah produk dibagi menjadi komponen yang dapat dengan mudah ditukar atau digantikan.
c) Computer-Adided Design ( CAD) : penggunaan sebuah komputer secara interaktif untuk mengembangkan dan mendokumentasikan sebuah produk. Dalam perkembangannya, CAD menjelma menjadi beberapa varian. Diantaranya, DFMA (software untuk melihat dampak desain pada proses produksi suatu produk) dan STEP (format 3D dalam transmisi elektronik).
d) Computer-Aided Manufacturing ( CAM ) : penggunaan teknologi informasi dalam pengendalian mesin.
Keuntungan penggunaan teknologi informasi (komputerisasi), antara lain: perancang dapat mendapatkan informasi tentang kualitas porduk, waktu desain yang lebih pendek, pengurangan biaya produksi, ketersediaan data serta kemampuan yang baru.
e) Teknologi Virtual Reality : bentuk komunikasi secara tampilan dimana, gambar menggantikan kenyataan atau penggantian komunikasi secara verbal dengan bentuk non verbal namun tetap mendapatkan tanggapan dari pengguna.
B. Saran
1. Setiap perusahaan hendaknya mampu menerapkan sistem manajemen dan manajer yang tepat pada waktu dan tempatnya “the right man in the place”.
2. Inovasi dan kreatifitas dalam desain produk serta penjaminan terhadap kualiatas produk hendaknya selalu ditingkatkan, untuk menjaga minat dan daya beli konsumen.
3. Perusahaan hendaknya mulai beralih pada teknologi tepat guna dan komputerisasi dalam proses produksi agar dapat mencapai hasil yang maksimal dan menghemat waktu.
PENDAHULUAN
Dalam suatu sistem manajemen, baik manajemen perusahaan secara keseluruhan yang mencakup segala aspek manajerial maupun manajemen produksi diperlukan berbagai strategi dan kiat agar pengelolaan sebuah perusahaan dapat sesuai dengan keinginan yang diharapkan. Hal mutlak dilakukan dalam rangka mempertahankan eksistansi perusahaan dan menjaga laba serta keuntungan ( profit gaining ). Suatu perusahaan, baik perusahaan yang bergerak dalam bidang manufaktur, jasa maupun kedua-duanya harus menempatkan manajer yang tepat serta menggunakan sistem manajemen yang tepat pula, seperti dalam teori ekonomi, “the right man in the right place”. Hal ini juga berarti bahwa manajemen yang menyangkut sistem produksi perlu diperhatikan. Kegagalan suatu perusahaan disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya kegagalan dalam menempatkan mekanisme manajemen, ketidakpekaan terhadap keinginan konsumen baik dalam desain suatu produk, harga dan lain-lain.
Desain produk menjadi hal yang penting dalam mempertahankan serta menjaga minat beli konsumen maupun pasar. Produk yang terkesan monoton dan tidak variatif akan menimbulkan kesan bosan kepada konsumen. Untuk itu, kepekaan suatu perusahaan dalam memahami keinginan konsumen harus selalu ditingkatkan. Desain produk yang variatif serta versi lanjutan ( sequel ) suatu produk dapat pula meningkatkan tingkat laba yang cukup signifikan bagi perusahaan. Hal ini dapat dijumpai pada perusahaan produksi otomotif, perusahaan bank dengan berbagai macam produknya, serta peningkatan pelayanan dengan jaringan internet terintegrasi ( online ), transaksi elektronik e-banking dll.
Manajemen operasi produksi juga mencakup aspek desain yang tangguh, kokoh dan awet, desain yang fleksibel, penggunaan teknologi informasi (computeries enhancement) dalam penggunaan mesin-mesin produksi, pemasaran dan perkenalan suatu produk sehingga desain dapat di share kan dengan pihak lain untuk mendapat tanggapan sebagai respon awal pasar dan konsumen. Seperti produk piranti lunak (software) yang dikenalkan dalam bentuk beta atau trial. Bahkan dalam perkembangannya, bentuk komunikasi verbal dapat digantikan dengan bentuk komunikasi gambar/ tampilan namun tetap mendapatkan tanggapan dari pengguna.
BAB II
ISI
1. Desain Yang Tangguh
Desain yang tangguh (robust design) berarti produk didesain sedemikian rupa sehingga sedikit bervariasi atau perakitan tidak berdampak banyak pada produk. Sebagai contoh, AT & T mengembangkan sebuah IC (integrated circuit) yang dapat digunakan pada banyak produk untuk memperkuat sinyal suara. Seperti telah didesain sebelumnya, IC harus diproduksi degan sangat tepat untuk menghindari adanya variasi kekuatan sinyal. Sebuah IC dapat menghabiskan banyak biaya karena dibutuhkan pengendalian kualitas yang ketat selama proses produksi. Setelah menguji dan menganalisis desain, insinyur AT & T menyadari bahwa jika resistansi IC dikurangi yang merupakan sebuah perubahan kecil tanpa biaya maka IC akan jauh kurang sensitive terhadap variasi pada proses produksi. Hasilnya adalah perbaikan kualitas sebesar 40 %.
2. Desain Modular
Produk yang didesain dalam komponen yang terbagi-bagi dikenal sebagai desain modular (modular design). Desain modular dapat juga dikatakan sebagai bagian atau komponen sebuah produk dibagi menjadi komponen yang dapat dengan mudah ditukar atau digantikan. Desain modular menawarkan fleksibilitas pada produksi dan pemasaran sehingga dapat memberikan kepuasan kepada pelanggan. Sebagai contohnya,harley-Davidson yang menggunakan relative sedikit mesin,gardan,tangki bensin,dan system suspensi berbeda,dipadukan untuk memproduksi berbagai variasi motor.
Konsep komponen pemilahan-pemilahan yang sama digunakan banyak industri,mulai dari produsen kerangka pesawat hingga restoran cepat saji untuk membuat variasi produksi. Contoh yang lain dapat dijumpai pada produk penjualan peripheral computer, gadget dll. Pada satu titik tertentu, desain modular juga berarti mencapai tingkat kepuasan konsumen sesuai dengan keinginan.
3. Computer-Aided Design (CAD)
Computer-Aided Design (CAD) adalah penggunaan sebuah computer secara interaktif untuk mengembangkan dan mendokumentasikan sebuah produk. Walaupun penggunaan dan variasi software CAD sangat luas,CAD secara umum masih digunakan untuk membuat gambaran kasar dan gambar tiga dimensi. Walaupun demikian,penggunaan CAD meluas dengan cepat. Software CAD menjadikan perancang menghemat waktu uang dengan memperpendek siklus pengembangan hampir semua produk. CAD secara efektif dan efisien serta hemat waktu dalam menggambarkan secara 3D, desain produk yang akan diproduksi dalam pencapaian target pasar. Satu perluasan dari CAD adalah software Design for Manufactur and Assembly (DFMA). DFMA adalah software yang memungkinkan perancang melihat dampak desain pada proses produksi pada suatu produk. CAD dapat juga menggambarkan produk dalam versi beta/ visual atau prototype.
Beberapa siatem CAD telah berpindah ke internet melalui e-commerce,dimana mereka menghubungkan desain berbasis computer dengan pembelian, outsourcing,produksi dan pemeliharaan jangka panjang. Dengan CAD di internet, pelanggan dapat memasukkan perpustakaan desain pemasok dan melakukan perubahan desain.
Gambar 3. Perancangan Desain dengan CID
Teknologi CAD didasarkan pada informasi desain produk elektronik dalam bentuk digital. Informasi digital telah terbukti sangat penting dan standar. Untuk penukaran telah dikembangkan dan dikenal sebagai Standar for the Exchange of Produk Data (STEP). STEP menyajikan sebuah format yang memungkinkan transmisi elektronik data tiga dimensi. STEP membuat produsen dapat menyatakan informasi produk tiga dimensi dalam sebuah format standar, sehingga data tersebut dapat dipertukarkan secara lebih luas (internasional), menjadikan jarak dan waktu bukan masalah yang besar bagi produsen dalam memadukan desain produksi dan proses pendukung.
4. Computer-Aided Manufacturing (CAM)
Produksi dengan bantuan computer (CAM) merujuk pada penggunaan program computer diterjemahkan menjadi perintah untuk CAM, hasil dari kedua teknologi ini disebut sebagai CAD/CAM. Atau dapat dikatakan CAM adalah penggunaan teknologi informasi untuk mengendalikan mesin.
Keuntungan dari CAD dan CAM adalah:
1. kualitas produk. CAD menjadikan perancang dapat meneliti lebih banyak alternative,kemungkinan masalah,dan bahaya yang mungkin terjadi.
2. waktu desain yang lebih pendek. Fase desain yang lebih pendek menyebabkan biaya menjadi lebih murah dan respon dipasaran juga meningkat.
3. penguraan biaya produksi. Pengurangan persediaan,penggunaan karyawan yang lebih efisien dengan jadwal yang lebih baik,serta penerapan perubahan desain yang lebih cepat,semua itu dapat mengurangi biaya.
4. ketersediaan data. Konsolidasi data produk yang akurat,sehingga semua orang beroperasi dengan informasi yang sama dapat menghasilkan pengurangan biaya yang sangat besar.
5. kemampuan baru. Sebagai contoh,kemampuan untuk memutar dan menggambarkan objek, memeriksa jarak ruangan, menghubungkan komponen dan tambahannya, serta memperbaiki penggunaan peralatan mesin yang dikendalikan secara numerik dalam bentuk tiga dimensi dengan cara menyajikan kemampuan produksi yang baru. System komputerisasi menghilangan cukup banyak pekerjaan rinci, sehingga perancang dapat berkosentrasi pada aspek konseptual dan imajinatif.
5. Teknologi Virtual Reality
Teknologi virtual reality merupakan bentuk komunikasi secara tampilan dimana gambar menggantikan benda aslinya, tetapi masih memungkinkan pengguna untuk menanggapi secara interaktif.
Hal ini menggambarkan bahwa ada bentuk komunikasi lain disamping komunkasi secara verbal. Saat informasi desain ada dalam sebuah system CAD, maka desain ini juga ada dalam bentuk digital elektronis untuk penggunaan lainnya. Sebagai contoh, menciptakan versi sebuah “mobil virtual” yang menggunakan proyektor video gantung untuk memproyeksikan gambar pada lantai diruangan yang kecil.setelah mengenakan kacamata khusus,baik perancang dan pelanggan melihat sebuah model tiga dimensi akan seperti apa isi mobil dengan desain baru tersebut. Virtual reality juga digunakan untuk mengembangkan tata letak tiga dimensi untuk semua hal mulai dari restoran hingga taman bermain.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Manajemen operasi menyangkut beberapa hal, diantaranya :
1. Ketepatan dalam penggunaan strategi manajemen, kepekaan terhadap keinginan konsumen dan pasar.
2. Pembuatan desain-desain produk baru yang inovatif dan kreatif.
3. Desain produk juga mencakup:
a) Desain yang tangguh : desain yang dapat diproduksi sesuai dengan permintaan, walaupun pada kondisi yang tidak memadai pada proses produksi.
b) Desain modular/ fleksibel : bagian atau komponen sebuah produk dibagi menjadi komponen yang dapat dengan mudah ditukar atau digantikan.
c) Computer-Adided Design ( CAD) : penggunaan sebuah komputer secara interaktif untuk mengembangkan dan mendokumentasikan sebuah produk. Dalam perkembangannya, CAD menjelma menjadi beberapa varian. Diantaranya, DFMA (software untuk melihat dampak desain pada proses produksi suatu produk) dan STEP (format 3D dalam transmisi elektronik).
d) Computer-Aided Manufacturing ( CAM ) : penggunaan teknologi informasi dalam pengendalian mesin.
Keuntungan penggunaan teknologi informasi (komputerisasi), antara lain: perancang dapat mendapatkan informasi tentang kualitas porduk, waktu desain yang lebih pendek, pengurangan biaya produksi, ketersediaan data serta kemampuan yang baru.
e) Teknologi Virtual Reality : bentuk komunikasi secara tampilan dimana, gambar menggantikan kenyataan atau penggantian komunikasi secara verbal dengan bentuk non verbal namun tetap mendapatkan tanggapan dari pengguna.
B. Saran
1. Setiap perusahaan hendaknya mampu menerapkan sistem manajemen dan manajer yang tepat pada waktu dan tempatnya “the right man in the place”.
2. Inovasi dan kreatifitas dalam desain produk serta penjaminan terhadap kualiatas produk hendaknya selalu ditingkatkan, untuk menjaga minat dan daya beli konsumen.
3. Perusahaan hendaknya mulai beralih pada teknologi tepat guna dan komputerisasi dalam proses produksi agar dapat mencapai hasil yang maksimal dan menghemat waktu.
Manajemen Operasi (Kelompok1) Genjik Ce eS
Pengorganisasian untuk menghasilkan barang dan jasa
Untuk menghasilkan barang dan jasa, semua jenis organisasi menjalankan 3 fungsi. Fungsi – fungsi ini merupakan hal yang penting, bukan hanya untuk proses produksi, tetapi juga demi kelangsungan hidup sebuah organisasi. Fungsi –fungsi ini adalah :
1. Pemasaran, yang menghasilkan permintaan, atau paling tidak menerima pemesanan untuk sebuah barang atau jasa (tidak akan ada aktivitas jika tidak ada penjualan)
2. Produksi/operasi, yang menghasilkan produk.
3. Keuangan/akuntansi, yang mengawasi sehat atau tidaknya sebuah organisasi, membayar tagihan dan mengumpulkan uang.
Universitas, masjid, gereja, dan bisnis semuanya menjalankan fungsi-fungsi ini. Bahkan, kelompok – kelompok sukarelawan seperti pramuka Amerika diorganisasikan untuk dapat melaksanakan tiga fungsi dasar tersebut. Gambar 1.1 menunjukkan bagaimana bank, perusahaan penerbangan, dan perusahaan manufaktur mengatur diri mereka untuk melaksanakan fungsi-fungsi ini.
Mengapa kita mempelajari MO ?
Kita mempelajari MO ( Manajemen Operasi ) karena empat alasan :
1. MO adalah satu dari tiga fungsi utama sebuah organisasi, dan secara utuh berhubungan dengan semua fungsi bisnis lainnya. Semua organisasi memasarkan, membiayai, dan memproduksi, maka sangat penting untuk mengetahui bagaimana aktivitas MO berjalan. Karenaitu pula kita mempelajari bagaimana orang mengorganisasikan diri mereka untuk mendapatkan perusahaan yang produktif.
2. Kita mempelajari MO karena kita ingin mengetahui bagaimana barang dan jasa diproduksi. Fungsi produksi adalah bagian dari masyarakat yang menciptakan produk yang kita gunakan.
3. Kita mempelajari MO untuk memahami apa yang dikerjakan oleh manajer operasi. Dengan memahami apa saja yang dilakukan manajer ini, kita dapat membangun keahlian yang dibutuhkan untuk bisa menjadi seorang manajer seperti itu. Hal ini akan membantu anda untuk menjelajahi kesempatan kerja yang banyak dan mengiurkan di bidang MO.
4. Kita mempelajari MO karena bagian ini merupakan bagian yang paling banyak mengeluarkan biaya dalam sebuah organisasi. Sebagian besar pengeluaran perusahaan terletak pada fungsi MO. Walau demikian, MO memberikan peluang untuk meningkatkan keuntungan dan pelayanan terhadap masyarakat.
Sepuluh Keputusan Strategi MO
1. Desain Barang dan Jasa
2. Mengelola Kualitas
3. Strategi Proses
4. Strategi Lokasi
5. Strategi Tata Letak
6. Sumber Daya Manusia
7. Manajemen Rantai¬ Pasokan
8. Manajemen Persediaan
9. Penjadwalan
10. Pemeliharaan
Prinsip-prinsip Scientific Manage¬ment Frederick W. Taylor membuat perubahan besar di dunia manufaktur. Sebuah pendekatan ilmiah untuk menganalisis pekerjaan harian dan alat industri meningkatkan produktivitas hingga 400%.
Charles Sorensen menderek sasis mobil pada sebuah tambang di bahunya melintasi lini produksi di pabrik Ford, saat yang lainnya menambahkan komponen pada mobil tersebut.
Jasa
Kegiatan ekonomi yang biasanya menghasilkan barang tidak nyata (seperti
pendidikan, hiburan, penginapan, pemerintahan, pelayanan keuangan dan kesehatan).
Yang dilakukan oleh manager operasi
Semua manajer yang baek melaksanakan fungsi dasar proses manajemen. Proses manajemen terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pengaturan karyawan, pengarahan, dan pengendalian. Manajer operasi menerapkan proses manajemen ini pada pengambilan keputusan dalam fungsi MO. Sepuluh keputusan penting dalam MO memperlihatkan bahwa masing – masing keputusan membutuhkan perencanaan, pengorganisasian, pengaturan karyawan, pengarahan, dan pengendalian.
Asal usul Manajemen Operasi
Bidang MO masih terbilang muda, namun sejarahnya amatlah kaya dan menarik. Eli Whitney (1800) dikenal sebagai orang pertarna yang mempopulerkan komponen yang dapat dibongkar pasang, yang didapat melalui standardisasi dan pengendalian mutu. la berhasil memenangkan kontrak pemerintah Amerika Serikat untuk 10.000 pucuk senjata, yang dijual dengan harga tinggi karena senjata tersebut dibongkar pasang.
Frederick W Taylor (1881), dikenal sebagai bapak ilmu manajemen, menyumbangkan ilmu seleksi lcaryawan, perencanaan dan penjadwalan, studi gerak, dan ergonomi bidang yang amat populer sekarang. Satu kontribusi besarnya adalah keyakinannya bahwa manajemen bisa menjadi lebih kuat dan agresif dengan cara memperbaiki metode kerja. Taylor dan rekan sejawatnya, Henry L. Gantt, juga Frank dan Lillian Gilbreth termasuk orang-orang pertama yang secara sistematis mencari cara rerbaik untuk memproduksi.
Sumbangan lain dari Taylor adalah keyakinannya bahwa manajemen harus bertanggung jawab dalam:
1. Menempatkan pekerja yang tepat pada tempat yang tepat.
2. Menyediakan pelatihan yang memadai.
3. Menyediakan metode kerja dan alat bantu yang sesuai.
4. Menerapkan sistem insentif/imbalan unruk penyelesaian pekerjaan.
Pada tahun 1913, Henry Ford dan Charles Sorensen memadukan pengetahuan mereka akan Icomponen yang distandardisasi dengan lint produksi semu pada proses pengepakan daging dan industri mail-order, dan juga menambahlcan konsep baru pada lint produksi, di mana para pekerja berdiri sementara bahan bergerak.
Pengendalian mutu juga berperan besar dalam sejarah MO. Walter Shewhart (1924) memadukan pengetahuan statistiknya dengan kebutuhan akan pengendalian mutu dan menemukan dasar-dasar perhitungan statistik dan pengambilan sampel untuk mengendalikan mutu. W Edwards Derning (1950) dan Frederick Taylor berpendapat bahwa manajemen harus berbuat lebih banyak untuk memperbaiki lingkungan kerja dan proses agar mutu menjadi lebih balk.
Manajemen operasi akan terus berkembang dengan adanya sumbangan dari ilmu lain, termasuk teknik industri clan management science. Ilmu in[, seiring dengan statistik, juga manajemen dan ilmu ekonorni telah berkontribusi pada peningkatan produktivitas.
Penemuan dalam ilmu pasti (biologi, anatomi, kirnia, fisika) juga memberikan kontribusi pada kemajuan MO. Termasuk dalarn penemuan ini adalah bahan perekat baru, proses kimiawi untuk papan sirkuit, sinar gamma untuk mensterilkan produk makanan, dan meja yang terbuat dari timah untuk membuat gelas kualitas tinggi. Desain produk dan proses sering kali bergantung pada ilmu biologi dan fisika.
Kontribusi terpenting bagi MO datang dart ilmu informatika, yang kami deFmisikan sebagai proses sistematis yang dilakukan pada data untuk mendapatkan informasi. Ilmu informatika, internet, dan e-commerce memberikan sumbangan dalam peningkatan produktivitas dan menyajikan barang dan jasa yang lebih bervariasi pada masyarakat.
Keputusan dalam manajemen operasi membutuhkan individu yang ahli dalam ilmu manajemen, ilmu informatika, dan sering juga dalam itmu biologi atau fisika. Dalam buku 1111 kita melihat beragam cara yang dapat ditempuh seorang mahasiswa untuk mempersiapkan karir di bidang manajemen operasi.
Banyak peluang yang tersedia untuk manager operasi diantaranya :
MANAJER PABRIK
Sebuah divisi pada perusahaan Fortune 1000 mencari manajer pabrik di wilayah Upper Hudson. Pabrik ini memasok peralatan galangan kapal untuk pasar komersial.
Calon manajer harus berpengalaman dalam manajemen pabrik termasuk keahlian di bidang perencanaan produksi, manajemen pembelian, dan persediaan. Kemampuan menulis dan berkomunikasi yang balk merupakan keharusan, juga pemahaman yang sangat baik dalam mengatur karyawan.
Direktur Pembelian
Distributor makanan yang sangat terkenal mencari agen pembelian yang berpengalaman untuk , mendukung' penjualan makanan yang sangat meningkat. Harus memiliki pengetahuan menyeluruh fungsi pembelian harian,' kemampuan menelaah program,penjual, membina kerja sama di antara sesama distributor, dan mengkordinasikan aktivitas '' dengan operasi. Calon harus siap bekerja sama - dengan penjual untuk membangun' katalog di intenet. ` Harus'terbiasa dalam semua kategori makanan, dapat bekerja sama dalam tim, dan mempunyai orientasi terhadap keuntungan. Imbalan akan disesuaikan dengan pengalaman.
Konsultan Perbaikan Proses
Sebuah perusahaan konsultan=yang sedang¬berkembang mencari konsultan-untuk mendesain dan menerapkan produksi dan rencana pengurangan waktu siklus dalam proses jasa dan manufakturnya. Perusahaan kami;sedang bekerja dengan bank internasional untuk memperbaikt operasi administrasi kantomya dan juga beberapa perusahaan manufaktur. ; Dibutuhkan lutusan bisnis, clan lebih balk jika memiliki: sertifikat APICS.
Manajer Mutu
Beberapa posisi manajer mutu ' . tersedia pada fasilitas proses pengepakan kami di Northeast, Florida, dan Southern California. Posisi yang mempunyai pandangan luas ini membutuhkan penggunaan kemampuan statistik untuk mengawasi semua aspek layanan dan penghitungan beban kerja. Pekerjaan meliputi (1) perpaduan antara aplikasi nyata dan analisis terinci menggunakan spreadsheets dan lembar kerja, (2) proses audit untuk melihat daerah yang masih dapat ditingkatkan,'dan (3) mengatur penerapan perubahan. Posisi yang tersedia mengharuskan adanya jam kerja di malam hari dan di akhir minggu. Kirim lamaran.
Manajer dan Perencana Rantai¬-Pasokan
Tanggung jawab termasuk negosiasi kontrak dan membina hubungan jangka panjang dengan pemasok. Kami akan bergantung pada calon yang telah diseleksi untuk mempertahankan keakuratan sistem pembelian, kuitansi, dan pengembaliUn produk. Dibutuhkan lulusan S1 yang memiliki pengalaman kerja di bidang yang sesuai selama 2 tahun. Dibutuhkan pemahaman akan ' MRP, kemampuan menggunakan umpan balik pada penjadwalan induk dan pemasok, dan menggabungkan pemesanan untuk harga dan pengantaran terbaik. Sangat diperlukan calon yang terlatih menggunakan semua aplikasi Windows, terutama Excel dan Word. Pemahaman akan sistem bisnis Oracle I merupakan kelebihan. Kemampuan komunikasi dan menulis yang efektif sangat dibutuhkan.
KEGIATAN OPERASI DALAM SEKTOR JASA
Perusahaan manufaktur menghasilkan produk nyata, dan produk jasa biasanya tidak nyata. Banyak produk merupakan kombinasi dari barang dan jasa, yang membuat definisi jasa menjadi lebih rumit.
Bahkan pemerintah Amerika mengalami kesulitan dalam menetapkan definisi jasa (service). Karena beragamnya definisi, banyak data dan statistik yang dihasilkan di bidang jasa tidak konsisten. Walaupun deaukian, kami akan mendefinisikan jasa sebagai segala sesuatu yang termasuk di dalamnya perbaikan dan perawatan, pernerintahan, restoran dan penginapan, transportasi, asuransi, perdagangan, keuangan, real estat, pendidikan, hukum, kesehatan, hiburan, dan profesi lainnya.
Perbedaan antara Produk dan Jasa
Mari kita kaji beberapa perbedaan antara produk dan jasa:
• Jasa biasanya tidak nyata (contoh: pembelian sebuah perjalanan antara dua kota terhadap bangku kosong pesawat) sebagai lawan dari barang yang nyata.
• Jasa biasanya diproduksi dan dikonsumsi secara langsung, tidak ada persediaan. Sebagai contoh, salon kecantikan memproduksi pemotongan rambut yang langsung dikonsumsi, atau dokter yang melaksanakan operasi (yang merupakan aktivitas produksi), yang langsung dikonsumsi (oleh pasien). Kita belum pernah tahu bagaimana cara menyimpan jasa pemotongan rambut atau proses operasi usus buntu.
• Jasa bersifat khas. Conrohnya perpaduan dalam perlindungan keuangan Anda, seperti ketentuan aturan investasi dan polls asuransi, mungkin tidak sama dengan milik Prang lain sebagdiniana prosec ur kese atan atau potongan rambut Anda yang ridak persis sama dengan orang lain.
• Jasa memiliki interaksi yang tinggi dengan pelanggan. Jasa sulit ur.tuk distandardisasi, dibuat otomatis, dan dibuat seefisien seperti yang kita inginkan> karena interaksi pelanggan membutuhkan kekhasan. Kenyataannya, pada banyak kasus kekhasan inilah yang bersedia dibayar oleh pelanggan; karenanya manajer operasi harus memastikan bahwa produk didesain sedemikian rupa, sehingga dapat diberikan dalam kekhasan tertentu sesuai dengan yang diinginkan pelanggan.
• Jasa mempunyai definisi prodaak yang tidak konsisten. Definisi produk mungkin bisa tepat sebagaimana polis asuransi mobil, tetapi tidak konsisten, karena jasa bagi tiap pemegang polis asuransi mobil akan beragam bagi setiap pelanggan, dilihat dari jenis mobil dan jangka waktu pertanggungannya.
• Jasa sering berdasarkan pada pengetahuan, seperti pada jasa pendidikan, kesehatan, dan hukum, dan karenanya sulit untuk dibuat otomatis.
• Jasa sering kali tersebar. Penyebaran ini terjadi karena jasa biasanya diberikan kepada. klien atau pelanggan melalui kantor setempat, toko pengecer, atau bahkan panggilan ke rumah.
Tabel 1.2 menunjukkan beberapa perbedaan lainnya antara produk dan jasa yang mempengaruhi keputusan-keputusan MO. Walaupun produk jasa berbeda dengan produk barang, fungsi operasi tetap mengubah sumber daya menjadi produk. Juga, kegiatan dalam fungsi operasi sering serupa untuk barang dan jasa. Sebagai contoh, barang dan jasa harus mempunyai standar mutu yang distandardisasi, dan keduanya harus didesain dan dikerjakan deduai jadwal, dan dikerjakan oleh manusia.
Setelah memahami perbedaan antara barang dan jasa, kita melihat di dalam banyak kasus perbedaan ini tidak terlihat jelas. Pada dunia nyata, hamper semua jasas merupakan perpaduan antara jasa dan barang nyata. Sama halnya hamper seluruh penjualan barang menyertakan atau membutuhkan jasa. Contahnya, banyak produk mempunyai komponen jasa keuangan dan transportasi (contoh: penjualan mobil). Banyak juga memerlukan jasa pelatihan purna jual dan perawatan (contoh: mesin fotocopy). Sementara jasa lainnya seperti konsultasi dan konseling juga membutuhkan laporan yang nyata.
Lebih jauh lagi, banyak aktivitas ‘jasa’ terjada dalam operasi yang menghasilkan barang. Manajemen sumber daya manusia, logistic, akuntansi, pelatihan, pelayanan di lapangan, dan perbaikan adalah aktivitas jasa, tetapi terjadi dalam operasi manufaktur.
Saat suatu barang nyata tidak termasuk dalam jasa, kita bisa menyebutnya sebagai jasa murni (pure service). Tidak terlalu jasa murni, salah satu contohnaya adalah konseling. Gambar 1.4 menunjukkan tentang jasa dalam suatu barang. Rentangnya sangat luas dan menunjukan beragamnya aktivitas jasa.
Pertumbuhan Jasa
Dewasa ini jasa merupakan sector ekonomi terbesar masyarakat maju. Sebagai contoh, pekerjaan di sector jasa di Amerika Serikat ditunjukkan dalam Gambar 1.4(a). Hingga sekitar tahun 1900, kebanyakan orang amerika bekerja di bidang pertanian. Peningkatan produktivitas pertanian menyebabkan orang meninggalkan ladang dan mencari pekerjaan dikota. Sektor manufaktur dan jasa mulai tumbuh, di mana jasa menjasi sector yang dominan di awal 1920-an dan manufakur mencapai puncaknya sekitar 32% pada tahun 1950. Sebagaimana terlihat pada Gambar 1.4(a) dan (b), produktivitas di bidang manufaktur yang meningkat menyebabkan sumber daya ekonomi terserap ke sector jasa. Karenanya, sebagian besar penduduk sekarang dapat menikmati pendidikan, jasa kesehatan, hiburan, dan ribuan hal lainnya yang kita sebut jasa. Contoh perusahaan dan persentase tenaga kerja pada sector nonjasa seperti manufaktur, konstruksi, pertambangan, dan pertanian pada empat baris terakhir.
Pendapatan di Sektor Jasa
Walaupun ada pada kenyataannya banyak pekerjaan di bidang jasa memberikan imbalan yang sangat baik, pandangan umum masyarakat menyatakan sebalikirya. Manajer operasi pada fasilitas perawatan di suatu perusahaan penerbangan mendapatkan imbalan van, sangat balk, sebagaimana juga manajer operasi yang mengawasi jasa komputer untuk jasa keuangan. Sekitar 42% dari semua pekerja di bidang jasa menerima gaji di atas rata-rata seluruh industri swasta. Tetapi, angka ini menurun karena terdapat 14 kategori pada Departernen Perdagangan dari 33 industri jasa yang membayar di bawah rata-rata industri swasta nasional. Perdagangan eceran yang berjumlah besar, membayar hanya 61% dari rata-rata industri swasta nasional. Tetapi walaupun memasukkan sektor eceran dalam perhitungan, rata-rata upah semua pekerja di bidang jasa selcitar 96% dari rata-rata semua industri swasta.
Tren Baru yang Menarik di MO
Satu alasan MO menjadi ilmu yang menarik adalah ilmu ini selalu dihadapkan pada kondisi yang selalu berubah. Baik pendekatan maupun hasil dari 10 keputusan MO pada Tabel 1.2 sangat mungkin untuk berubah. Kedinamisan ini terjadi karena adanya berbagai macam tekanan, dari globalisasi perdagangan dunia, juga perpindahan ide, produk, dan uang, dengan kecepatan yang sangat tinggi. Panduan yang sekarang diambil oleh MO-di mana dulu berada, dan hendak menuju ke mana-ditunjukkan pada Gambar 1.5. Sekarang kita akan mengenal beberapa tantangan yang ditunjukkan di Gambar 1.5
• Fokus global. Penurunan biaya komunikasi dan transportasi secara tajam telah menghasilkan pasar yang mendunia. Pada saat yang bersamaan, sumber bahan baku, bakat, dan tenaga kerja juga menjadi global. Yang juga mempercepat globalisasi adalah negara-negara di seluruh dunia yang bersaing dalam pertumbuhan ekonomi dan industrialisasi. Manajer operasi harus tanggap melihat penemuan-penemuan yang menghasilkan dan menggerakkan ide, komponen, dan barang jadi, secara cepat, di mana dan kapan dibutuhkan.
• Kinerja just-in-time. Sumber daya keuangan yang besar yang digunakan untuk persediaan, menyebabkan mahalnya biaya. Persediaan juga menghalangi respons yang cepat pada perubahan yang terjadi di pasar. Manajer operasi mengurangi persediaan pada setiap tingkatan, mulai dari bahan baku hingga ke barang jadi.
• Bersekutu dengan rantui pemasok. Siklus hidup produk yang lebih singkat, sebagaimana juga perubahan yang cepat di teknologi bahan dan proses, membutuhkan partisipasi lebih dari pemasok. Pemasok biasanya memberikan pasokan lebih dari setengah nilai produk. Karenanya, manajer operasi membina hubungan kerja jangka panjang dengan pihak yang mempunyai peran penting dalam supply-chain.
• Pengembangan produk yang cepat. Komunikasi internasional yang cepat akan berita, hiburan, dan gaya hidup membuat waktu siklus produk lebih pendek. Manajer operasi mengatasinya dengan teknologi dan kerja sama yang lebih cepat dan manajemen yang lebih efektif.
• Mass customization. Saat kita mulai mempertimbangkan dunia sebagai pasar, maka perbedaan individu terlihat dengan jelas. Perbedaan budaya yang terjadi disebabkan perbedaan individu, di dunia di mana konsumen semakin sadar akan banyaknya pilihan, memberikan tekanan pada perusahaan untuk menanggapinya. Manajer operasi mengatasinya dengan proses produksi yang lebih fleksibel untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Tujuan utamanya adalah menciptakan produk di saat dan tempat di mana dibutuhkan.
• Pemberdayaan pekerja. Berkembangnya pengetahuan dan tempat kerja yang memerlukan teknik, membutuhkan kemampuan lebih di tempat kerja. Manajer operasi mengalihkan lebih banyak proses pengambilan keputusan pada pekerja secara perorangan.
• Produksai yang peka terhadap lingkungan. Manajer operasi yang terus-menerus berusaha untuk memperbaiki produktivitas lebih memperhatikan produk desain dan proses yang ramah lingkungan. Ini berarti desain produk yang dapat terurai, atau komponen mobil yang bisa digunakan kembali atau di produksi ulang, atau pengepakan yang lebih efisien.
KESIMPULAN
MO adalah satu dari tiga fungsi utama sebuah organisasi, dan secara utuh berhubungan dengan semua fungsi bisnis lainnya. Semua organisasi memasarkan, membiayai, dan memproduksi, maka sangat penting untuk mengetahui bagaimana aktivitas MO berjalan. Karenaitu pula kita mempelajari bagaimana orang mengorganisasikan diri mereka untuk mendapatkan perusahaan yang produktif.
Semua manajer yang baek melaksanakan fungsi dasar proses manajemen. Proses manajemen terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pengaturan karyawan, pengarahan, dan pengendalian. Manajer operasi menerapkan proses manajemen ini pada pengambilan keputusan dalam fungsi MO.
Perusahaan manufaktur menghasilkan produk nyata, dan produk jasa biasanya tidak nyata. Banyak produk merupakan kombinasi dari barang dan jasa, yang membuat definisi jasa menjadi lebih rumit.
Perbedaan antara Produk dan Jasa :
• Jasa biasanya tidak nyata
• Jasa biasanya diproduksi dan dikonsumsi secara langsung, tidak ada persediaan.
• Jasa bersifat khas.
• Jasa memiliki interaksi yang tinggi dengan pelanggan.
• Jasa mempunyai definisi prodaak yang tidak konsisten.
• Jasa sering berdasarkan pada pengetahuan,
• Jasa sering kali tersebar.
Langganan:
Komentar (Atom)